Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sesungguhnya, alam telah mengajarkan kita, apa makna kebahagiaan”
(Didaktika Hidup)
…
| Red-Joaa.com | Apa tujuan dari hidup kita? Apa pula makna terdalam dari sepotong kebahagiaan hidup? Cara hidup bagaimanakah yang dapat mendatangkan kebahagiaan itu?
Semuanya itu, ternyata sungguh sangat bergantung dari ketulusan dan keikhlasan hati kita untuk mengulurkan tangan dan memberi.
Dari sanalah akan mengalir sumber mata air kebahagiaan sejati.
Secara didaktika hidup, kita dapat belajar dari alam semesta raya ini. Di dalam kebisuan kata, ternyata alam telah mengajarkan pada kita, bagaimana indahnya hidup dan kehidupan itu.
Dari sinilah sumur sumber kebahagiaan itu bermula!
Ternyata sungai yang tulus mengalir itu tak meminum airnya sendiri.
“Pepohonan pun, tidak menyantap buahnya sendiri.”
“Matahari juga, tidak bersinar demi menghangatkan tubuhnya sendiri.”
“Bunga-bunga bermekaran indah, ternyata juga tak menebarkan aroma demi dirinya sendiri.”
Inilah prinsip dari esensi dasar suatu keagungan, “Hidup demi sesama yang lain adalah hukum warisan alam!”
Kita justru dilahirkan demi membahagiakan sesama. Hidup ini justru indah, karena kita semua dapat bahagia.
Dari mana sumber sejati kebahagiaan itu berasal? Semuanya bersumber dari dalam dasar hati dan jiwa kita manusia.
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan memperoleh kemurahan hati” (Guru Agung).
…
Kediri, 26ย Septemberย 2023

