Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Hidup serta perjuangan kita di atas bumi adalah suatu keharusan yang sungguh menantang. Kita dihadapkan pada dua hal yang senantiasa berseberangan sebagai kenyataan di dalam hidup kita. Apa itu?
Antara ‘harapan’ dan ‘putus asa’. Inilah kedua buah gelas hidup kita. Jadi, di dalam hidup ini, kita seolah selalu mengantongi kedua buah gelas ini, yakni ‘gelas pengharapan’ dan ‘gelas putus asa’.
Kedua buah gelas ini bersemayam di dalam diri kita. Keduanya juga saling berseberangan. Hal ini tentu sangat bergantung pada kondisi diri manusia itu. Apakah manusia itu adalah seorang yang serba antusias dan optimis menghadapi hidup, ataukah justru pribadi yang selalu berperasaan pesimis, gagal, dan hilang harapan?
Di dalam realitas hidup harian, kita pun dihadapkan pada dua buah gelas kenyataan itu.
Antara gelas harapan, gelas yang berisi air anggur optimis, dan gelas putus asa, gelas yang berisi air anggur pesimis.
“Kamu adalah sahabat-Ku, jika kamu setia memikul salibmu,” kata Sang Guru Agung.
Jadi, Anda akan memilih gelas yang mana?
…
Kediri, 24 September 2023

