| Red-Joss.com | Perundangan dan peraturan itu dibuat untuk dilanggar,” itu pameo suloyo yang biasa dipelesetkan oleh orang-orang yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab.
Sesungguhnya perundangan dan peraturan itu dibuat untuk ditaati agar keadaan menjadi tertib, lancar, aman, dan damai.
Ketaatan itu dimulai dari keluarga sendiri. Karena tiada orangtua yang ingin mencelakakan anak-anaknya.
Menjadi orang pintar atau pandai itu lebih mudah, dibandingkan kita menjadi orang yang tertib dan taat terhadap perundang-undangan dan peraturan.
Budaya tertib dan taat itu prioritas utama dan penting, karena dasar kebutuhan pokok tiap insani agar disiplin diri. Bahwa dengan bersikap jujur dan benar, kita hidup tentram, damai, dan bahagia.
Menjadi pribadi yang taat dan tertib itu tidak karena diancam, ditakut-takuti, atau diperintah, tapi datang dari kesadaran diri.
Kita tak harus melanggar peraturan berlalu lintas, karena tiada petugas.
Kita tak harus main serobot antrian, karena merasa orang penting atau pejabat yang berkuasa.
Kita tak harus bermain pat gulipat agar selamat, ketika tertangkap melanggar perundang-undangan atau peraturan.
Alangkah indah hidup ini, jika kita “Berani karena benar, takut karena salah.” Tujuannya agar kita selalu belajar untuk terus perbaiki diri untuk menjadi pribadi yang jujur dan bersikap benar.
Sesungguhnya untuk menjadi pribadi yang taat dan setia itu datang dari kesadaran sendiri. Karena kita ingin hidup damai sejahtera dan bahagia.
Ketika kita taat dan menghormati orangtua, dijamin mereka bahagia.
Ketika kita taat dan setia pada janji pernikahan suci untuk saling mengasihi, dijamin keluarga kita bahagia.
Ketika kita taat dan setia pada Allah itu karena anugerah-Nya. Kita memuji dan memuliakan-Nya, karena bahagia. Kita adalah milik-Nya.
Taat dan setia itu sehatkan jiwa agar kita selamat dan bahagia.
…
Mas Redjo

