| Red-Joss.com | Saleh itu suluh, daya penyembuh segala keluh. Tetapi saleh yang salah akan penuh selingkuh, yang membuat seseorang gagal menjadi ikhlas tak berbekas.
Alkisah, seorang pemuda gagah, tegap dan bertenaga. Dengan golok besar di tangan, ia bergegas menuju tikungan jalan, tempat tumbuhnya pohon beringin yang besar dan tambun. Konon, rumah aneka roh jahat beristirahat.
“Tebas pohon musrik itu tanpa sisa!” titah gurunya
Di tengah jalan dia dihadang pria kurus, yang ternyata jelmaan bos roh jahat yang beristirahat di pohon beringin itu.
“Jangan brother. Kalau ditebas, kami harus ke mana?” pinta pria kurus itu.
Titah harus tuntas. Pria kurus itu lalu diterjang hingga terjengkang, dan tumbang.
Di saat-saat kritis, saat hampir dibabat dengan golok, dia memohon dengan memelas.
“Bro, kalau kamu tidak tebas pohon kami, saya berjanji, tiap pagi di bawah bantalmu ada 2 lembar ratusan US dollar,” pintanya bernegosiasi.
Nego pun lancar jaya. Sampai hari ke tujuh fulus itu ada di bawah bantal.
Ketika hari ke delapan, fulus itu tidak ada lagi. Pemuda gagah itu marah hebat. Ia mendatangi pohon beringin itu untuk mencari bos roh jahat itu. Ia langsung menyerang pria kurus yang dihajarnya tempo hari. Ternyata, pria kurus itu justru ganti membuatnya babak belur.
“Kenapa kau bisa mengalahkan aku?” tanya pemuda itu heran.
Pria kurus itu bos roh penunggu pohon besar itu bergelak.
“Bro, dulu kamu menang, karena ada kuasa gurumu. Aku bukan tandingannya. Waktu itu hatimu suci. Kini kamu datang menyerangku hanya ‘demi puji dan pundi’. Jelas kau bukan tandinganku.”
Sahabat, sesungguhnya kita belum hidup sebagai suluh sampai kita melakukan sesuatu untuk seseorang yang tidak akan pernah bisa membalasnya, alias ikhlas tak berbekas.
Salam sehat dan ikhlas.
…
Jlitheng

