Simply da Flores
…
Orang-orang berlomba hasrat
berjalan dan berlari-lari
di bawah terik siang bolong
Menyusuri dusun, kampung dan kota
dengan wajah ditutupi topeng
dan tubuh berbalut aneka bendera
Mereka menyalakan lilin, pelita, dan senter
agar bisa terangi hari siang
agar yakinkan rakyat yang diam
Bahwa hari sedang gelap gulita
maka harus ikuti kata mereka
Ketika malam pekat kelam
mereka terus sibuk berlomba
Lintasi hutan rimba belantara
pancangkan spanduk bujuk rayu
Jejaki luas padang kemiskinan
tabur aneka benih janji harapan
Juga terus memakai topeng mimpi
yakinkan diri pasti terjadi
bisa merebut jabatan dan kursi
karena memiliki pataka partai
dan bisa kendalikan rakyat pemilih
dengan uang dan janji-janji
Parade topeng-topeng zaman
diciptakan para pialang politisi
dikemas oleh para cerdik pandai
dibiayai pemodal yang berambisi
Untuk kuasai rakyat jelata
Untuk kendalikan bangsa negara
Untuk menguras sumber daya alam
Untuk menumpuk harta benda
bagi pribadi dan kelompoknya
Parade topeng-topeng zaman
sedang gencar lakukan kegiatan
terus mewarnai media sosial
dengan aneka kata dan wajah
Wajah perubahan dan kemajuan
Wajah pembangunan berkelanjutan
Wajah religius dan beradab
Wajah bijaksana dan logika
Wajah fitnah iri dengki permusuhan
Wajah tak berdosa dan menghakimi
Wajah suci dan alim saleh
Wajah berbudaya dan moralis
Wajah patriot dan satria perkasa
Karena
mereka ahli merangkai kata-kata
Parade topeng-topeng zaman
memang sudah menjadi tradisi
Namun
Zaman juga punya cerita fakta
bahwa rakyat pewaris bangsa
sudah semakin terang matanya
sudah tidak buta warna
bahwa masyarakat pemilik negara
sudah cerdas diajari media massa
Untuk membedakan benar salah
Untuk memahami asli dan palsu
Untuk memilih fakta realita
Untuk menentukan nasib hidupnya
Untuk berani katakan tidak
pada topeng-topeng zaman
…

