| Red-Joss.com | Dunia ini panggung sandiwara. Apa peran kita yang mau dipentaskan hari ini?
Alkisah, di negeri ‘Suka-suka Dewe’ hiduplah seorang lekaki yang sakti dan mumpuni dalam hal berbohong, WP. Bahkan kesaktian WP dalam berbohong itu tiada tandingannya.
Bagaimana tidak. Tak ada seorang pun yang sanggup membohongi WP. Bahkan sepandai-pandainya orang berbohong, tidak berkutik di hadapannya.
Selain mempunyai sorot mata yang tajam menghujam, WP dianugerahi indra penglihatan untuk menembus
hati.
WP juga mampu menghapus jejak digital kebohongannya. Karena ia sesungguhnya seorang pakar IT yang handal dan mumpuni.
Tidak hanya itu, ia selalu sukses tes uji kebohongan. Karena apa pun kebohongannya dianggap sebagai suatu kebenaran. Lalu, siapa yang percaya, bahwa ternyata ia seorang pembohong kelas dunia?!
Tidak seorang pun percaya! Karena catatan hidupnya putih bersih bagai tanpa noda. Kata-katanya semanis madu hutan. Wajahnya bersih dan cerah bagai bayi tanpa noda dosa.
Falsafah hidup sukses berbohong WP adalah berbohong sebagai kebenaran, ketika dihembuskan dan dipublikasikan terus menerus. Hidup berbohong dengan sukses, jika disandiwarakan dengan baik dan mendarah daging.
Jadi jangan kaget, jika WP sulit terjerat hukum. Karena mereka yang pakar hukum dan yang membuat perundang-undangan itu adalah murid-murid WP. Jika ada murid berani pada gurunya, dijamin kuwalat, dan terkutuk.
Kepiawaian berbohong yang diakui dunia itu membuat WP sombong luar biasa. Jika teknologi dan para pakar ilmu pengetahuan itu segan padanya, apalagi Tuhan yang tentu bisa dikibuli juga. Ia jadi tertarik dan ingin menipu Tuhan. Bagaimana caranya untuk adu kehebatan itu?
WP lalu merancang akal, perangkap untuk mengalahkan Tuhan.
WP lalu minta diikat menggunakan tali baja di tiang pancang puncak gedung tertinggi di dunia.
Ia mengundang seluruh wartawan dunia dan mendatangkan pawang hujan agar cuaca cerah. Sehingga acara berlangsung sukses.
Semua kamera terarah dan fokus pada WP yang bergantung di tiang pancang.
“Apa yang bakal terjadi, seandainya WP menjatuhkan diri dari ketinggian itu?”
Jawabnya: mati! Karena di bawah tidak ada jaring pengaman!
Di ujung tiang pancang itu, tiba-tiba WP ingat tentang Yesus yang dicobai iblis setelah berpuasa 40 hari. Yesus diminta menjatuhkan diri agar dijagai oleh para malaikat. Yesus diminta mengubah batu menjadi roti. Tapi orang hidup tidak hanya dari roti saja, melainkan juga dari Firman Tuhan. Yesus disuruh menyembah iblis, maka seluruh dunia akan diberikan kepada-Nya. Iblis pun dihardik agar tidak mencobai-Nya.
Seandainya WP menjatuhkan diri dari ketinggian? Jatuh sungguhan pasti mati, jika tidak menjatuhkan diri berarti hidup!
WP belum sempat berteriak untuk menantang Tuhan, tiba-tiba langit menggelap segelap-gelapnya. Angin berhembus kencang. Pawang hujan gagal mencegah air yang tercurah bak ditumpahkan dari langit.
Suasana panik mencekam. Di mana-mana terdengar teriakan, manakala petir menyambar bersahut-sahutan.
WP tidak sempat berteriak, ketika petir menghantam dan membakar tubuhnya!
WP mati terbakar dengan kesombongannya!
…
Mas Redjo

