| Red-Joss.com | Kapan aku memandang-Nya? Dalam doa: pagi, sore, dan doa malam.
Kapan aku memandang-Nya lagi? Saat merayakan Ekaristi, Adorasi, dan meditasi (kontemplasi).
Saat aku membaca Kitab Suci dan menulis renungan, mendoakan sahabat yang sakit, yang sedang bergumul, menghadapi masalah, dan yang sedang kehilangan harapan.
Aku juga berdoa untuk mereka yang berdosa, malas berdoa, meninggalkan-Nya, dan bagi mereka yang terus-menerus menolak-Nya.
Saat aku memandang-Nya, Dia memberikan satu hal yang tidak berubah, dari lambung-Nya memancarkan kasih dalam dua warna: Merah dan Putih. Itu adalah Darah dan Air. Itulah Tanda Baptis dan Ekaristi. Dengan Sakramen Baptis, kita dikasihi-Nya dengan materai yang kekal. Dengan Sakramen Ekaristi, kita mengalami kasih-Nya setiap hari.
Saat aku memandang-Nya, sorot mata-Nya begitu tajam melihat mataku. Seolah Dia hendak mengatakan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yohanes 15:16). Aku pun menjawab, “Jesus, I trust in You” (Yesus, Engkaulah andakanku).
Saat aku memandang-Nya, aku minta berkat-Nya, supaya hidupku dijauhkan dari hal-hal yang jahat, juga dijauhkan dari orang-orang yang sering berkata-kata jahat tentang aku. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso, SCJ

