Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Pernahkah Anda menyaksikan, ketika sedang melintasi sebuah jalan dan dari jarak sangat dekat, ada serombongan atau lautan manusia yang berwajah seram sambil berteriak-teriak dengan tangan-tangan terkepal?
Tentu, Anda pun akan segera tahu, siapakah mereka itu, mengapa begitu, dan apa yang sedang mereka lakukan? Jawabannya, itu adalah orang-orang yang sedang berdemonstrasi. Itu para demonstran.
Mengapa dan untuk apa mereka bersikap demikian, sambil tentu mengganggu arus lalu lintas dan bahkan tidak jarang sambil berteriak, memaki, mencerca, serta berwajah garang, dengan tangan terkepal dan diacungkan ke udara?
Itulah orang-orang yang sedang berdemo. Itulah kekhasan modus operandi serta tabiat unik dari para demonstran.
Biasanya, mereka asyik membawa sebuah aspirasi tertentu untuk memperjuangkan sesuatu, terutama tuntutan kepada pihak pemerintah atau pun atasan mereka. Ada pun misi yang mereka emban biasanya atas nama keadilan atau kebaikan bersama (bonum commune).
Aneh serta ironis, mengapa orang-orang cenderung menuntut agar pihak lain berlaku baik serta adil kepada sesama atau kepada mereka. Tentu saja, hal itu ada baiknya, karena mereka mau menyuarakan sesuatu demi kebaikan bersama. Bukankah suara kebenaran itu adalah suara Tuhan juga? (vox populi, vox dei). Namun saudara, seringkali aksi demo yang mereka lakukan, justru hanyalah sekadar pelampiasan sikap ego dari kelompok tertentu.
Apakah aksi protes mereka sungguh demi menyuarakan suatu kebenaran? Seringkali aksi mereka itu justru ditunggangi oleh pihak tertentu demi melampiaskan sakit hati atau pun demi sikap balas dendam.
Jika memang demikian, aspirasi yang mereka perjuangkan itu justru hanyalah suara para iblis laknat belaka. Itu suatu tindakan konyol yang sok suci, sok kuasa, serta sok berwibawa. Padahal sejatinya, aksi itu hanyalah setumpuk sampah debu jalanan.
Kasihan serta sungguh memalukan, jika kita mengadakan aksi brutal hanya nama kepalsuan, sebuah kepalsuan belaka.
Marilah kita mengadakan aksi turun ke jalan-jalan demi memotivasi sesama lewat aksi damai. Membawa dan mewartakan aspirasi suara kebaikan serta kebenaran demi mendamaikan sesama. Dari aksi simpatik ini, tak pelak akan melahirkan decak kagum pada sesama, bukan?
Mari saudara sebangsa, semoga di tahun politik ini, kita pun mampu menawarkan program lewat aksi sejuta kasih.
Ternyata, aksi tangan-tangan terkepal itu, hanyalah dolanan bualan semata!
“Kamu adalah saksi-Ku, hingga ke ujung bumi.”
…
Kediri, 19ย Septemberย 2023

