“Where there is hope, there is faith, wherw there is faith, miracles happen.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kita tetap terus melangkah atau menyerah itu sebuah pilihan. Seberapa jauh kita ingin melangkah, kita sendiri yang bisa memutuskan. Pikiran kita selalu memberi makan jiwa untuk terus melangkah atau menyerah.
Segalanya itu serba mungkin, jika kita percaya diri, berusaha, dan tidak menyerah. Segalanya itu mungkin, ketika kita memiliki iman dan percaya penyelenggaraan Tuhan.
Sebuah eksperimen kecil pada tikus dilakukan dokter hewan. Dua tikus dimasukan ke dalam ember berisi air. Satu tikus peliharaan, satunya lagi tikus liar. Penelitian ini dilakukan seberapa lama kedua tikus ini bertahan, menyerah, dan mati. Ternyata hasilnya mengejutkan. Tikus peliharaan mampu bertahan 40-60 jam, sementara tikus liar itu hanya 15 menit mampu bertahan, menyerah, dan mati.
Eksperimen kedua, hal yang sama. Bedanya, tikus liar itu sebelum menyerah dalam 15 menit diangkat lebih dulu, dikeringkan, dan dimasukan kembali ke air. Ternyata tikus liar itu mampu bertahan hingga 40-60 jam.
Dari eksperimen kecil ini kita bisa belajar, pentingnya sebuah keyakinan dan harapan. Tikus liar bisa kembali bertahan dari 15 menit menjadi 40-60 jam, karena ada harapan dan keyakinan akan diselamatkan. Sehingga tikus itu berjuang, berjuang, dan berjuang.
Begitu pula hidup kita. Ketika kita tidak percaya diri, pada iman, dan tidak yakin dengan sebuah harapan itu, maka masa depan pun menjadi suram.
Fenomena ‘sudden death’ yang sering terjadi pada kita manusia. Kebanyakan karena keputusasaan, hilangnya harapan, tidak melihat jalan ke luar, dan tidak miliki pilihan lain.
Menyerah untuk kalah itu tidak dipengaruhi fisik yang lemah, ketrampilan, kesempatan, atau peluang. Tapi yang utama, karena dipengaruhi oleh kekuatan mental sebagai pejuang tangguh. Kita memiliki keyakinan dan harapan. Tanpa kedua hal itu makin cepat menyerah, kalah, dan mati. Jika kita percaya diri dan mampu, maka semua itu bisa terjadi. Kita mampu membalikkan keadaan, bila memiliki keyakinan dan harapan. Percaya diri, miliki iman yang kuat dan percaya pada penyelenggaraan Tuhan.
Selalu ada harapan bagi yang miliki iman, dan selalu terbuka jalan bagi yang mengandalkan Tuhan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

