| Red-Joss.com | Sumber kemurahan hati itu berasal dari Allah. IA memberikan segala kebutuhan kita tanpa membeda-bedakan.
Turunnya air hujan untuk menyirami bumi, sinar matahari untuk semua makhluk: untuk orang baik dan jahat, orang benar dan tidak benar, dan sebagainya.
Allah memberikan segala hal yang kita rasakan, pikirkan, dan rindukan. Kita dianugerahi dengan segala kelimpahan-Nya.
Sumber kemurahan hati itu dari Tuhan Yesus agar kita meneladani hidup-Nya.
Yesus mengajari kita agar memiliki hati yang murah hati seperti Bapa.
Yesus menuntun setiap pribadi untuk mempraktekkan sikap yang murah hati.
Yesus hadir untuk memberi tanpa membedakan. Di dalam Dia, tidak ada lagi orang Yahudi dan non-Yahudi, laki-laki atau perempuan, budak atau tuan. Yang ada adalah orang-orang merdeka dalam iman dan percaya.
Yesus hadir untuk menyembuhkan, membebaskan, dan menyelamatkan kita.
Sumber kemurahan hati yang berasal dari Gereja-Nya adalah Gereja sebagai kumpulan dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Gereja meneruskan semangat ajaran cinta kasih dan menampilkan wajah kemurahan hati.
Di dalam Gereja selalu ada pribadi-pribadi yang bermurah hati. Memberi tanpa membedakan dan meminta balas. Gereja selalu hadir sebagai Gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik.
Sesungguhnya kita juga sumber kemurahan hati itu. Sebab kita telah belajar dari hati Bapa, mengikuti ajaran Tuhan Yesus, meneladani hidup-Nya, dituntun oleh Gereja-Nya, dan kita mewujudkannya.
Kemurahan hati itu selalu indah untuk diwujudkan, karena didasari kasih. Kita memberi tanpa membedakan, tanpa meminta balas, dan bahkan memberikan yang terbaik.
Sesungguhnya, semakin kita bisa bersikap murah hati, berarti kita tahu dan memahami cara mewujudkan iman kita secara benar.
Percayalah, dengan bersikap murah hati, kita akan menemukan kebahagiaan yang sejati.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

