“Every pain has a purpose.” -Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Banyak wanita berdiam dalam tangisan dan derita. Kadang pula ia harus berkorban untuk sebuah nilai kesetiaan, cinta, dan nilai kasih pada buah hatinya. Meski sakit, luka, pedih, menderita, tapi ia tetap tersenyum menanggungnya. Seolah tidak terjadi apa-apa.
Saat seorang pria telah memberi segalanya, wanita jauh melampaui semua pengorbanan pria itu. Saat pria seolah banyak berkorban, wanita itu berdiam dalam kelembutan, dan air mata telah mempertaruhkan hidupnya. Ia mungkin tidak banyak mengumbar apa yang telah dilakukan, tapi ia total mengasihi dan mencinta.
Wanita memang tangguh dan istimewa. Meski sesak oleh beban dan derita. Meski terlihat lemah, ia tidak mudah menyerah. Meski air mata ke luar setiap hari, dan bantal itu sebagai saksinya, tapi ia setia mencurahkan kasih dan cinta untuk keluarga. Saat anak menuntut perhatian dan pendampingan seluruh waktu, ia sigap dan tidak perhitungan. Bahkan sering kali ia tidak mempunyai waktu untuk diri sendiri.
Sesulit apa pun hidup ini, sesungguhnya pada pribadi wanita itu banyak yang patut disyukuri dan diapresiasi. Semuanya pasti bisa dilewati. Percayalah, bahwa yang terbaik sedang Tuhan persiapkan.
Saat hidup ini terasa lemah tidak berdaya, ia punya kekuatan di atas rata-rata, dan mampu menahan sengsara. Air mata bukanlah tanda wanita lemah. Air mata itu adalah pengingat, bahwa ia manusia biasa. Hidup bukan tanpa derita, sedih, kecewa, dan luka. Tapi semua itu proses pendewasaan hidup, iman, dan percaya pada Tuhan.
Perasaan wanita yang minta dimengerti dan dicintai.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

