“Iman membuka setiap jalan dan rintangan. Ketekunan menuntun kesuksesan. Harapan itu arah untuk meraih puncak kehidupan. Kasih bak bunga harum di taman keabadian.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu selalu memberikan kesempatan, dan cara kita menyikapi kesempatan itulah yang akan menentukan masa depan. Ada orang yang hanya sekadar menanti, mencari, mensyukuri, ada yang tidak puas diri, dan ada juga yang menciptakan kesempatan itu sendiri.
Hidup itu selalu ada naik turun, tapi hidup pasti ada puncaknya, puncak kehidupan. Apa pun yang ingin diraih, kapan kita berada di sana, dan apa yang sudah kita lakukan untuk menuju ke sana. Tidak mudah memang, tapi butuh keyakinan dan iman untuk mewujudkan impian dan harapan itu. Yakinlah, bahwa Tuhan memampukan kita untuk melalui tantangan itu. Percayalah, Tuhan selalu menyertai dan memberkati setiap usaha dan kerja keras kita.
Kadang kala saat kita menginginkan sesuatu, justru yang didapat itu keraguan, cibiran, dan tidak jarang cobaan demi cobaan menghalangi. Tapi ingat selalu ada alasan untuk maju, melakukan, dan alasan untuk berjuang. Alasan mendasarnya sebagai orang beriman adalah Tuhan.
Hidup itu berjalan maju dan bukan sebaliknya untuk mundur. Ada tiga faktor panting dalam hidup ini, yaitu kemampuan, kemauan dan waktu, yang bisa mewujudkan harapan dan impian itu. Jika mungkin tidak sekarang saatnya, itu oke! Suatu hari nanti kita pasti bisa. Karena Tuhan memilih orang yang mau, bukan yang mampu.
Tantangan itu harus dihadapi, tidak untuk dihindari. Tantangan itu harus disikapi dengan rasa percaya diri. Kesalahan dan kegagalan itu tidak untuk disembunyikan. Hidup itu tidak semulus dan seindah yang diharapkan. Bahkan tidak jarang pula berakhir dengan penyesalan. Kita tidak perlu malu, karena semua orang itu pernah berbuat salah dan mengalami kegagalan.
Kegagalan itu bukan tidak untuk dibungkam atau disembunyikan, karena membuat luka makin dalam. Kegagalan itu dapat disembuhkan, dan dibagikan untuk menguatkan orang lain.
Hidup itu selalu berjalan maju, hidup itu tidak pernah berjalan mundur. Jadi teruslah melaju dan perbanyaklah bersyukur, Tuhan akan memberi jalan dan kemudahan.
Hidup itu terus berjalan, maka jangan larut dalam penyesalan. Hidup itu memang perlu punya cita-cita dan impian, tapi jangan terbuai dalam alam khayalan tanpa aksi. Lakukan dan wujudkan sekarang. Tapaki tangga kehidupan sekarang, bangkit dan berjuanglah mulai sekarang. Karena hidup adalah ‘hic et nun’. Di sini dan sekarang ini.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

