Simply da Flores
…
Kita manusia punya angka dan bahasa
untuk ungkapkan pengalaman suka duka
untuk membuat sekat ruang jagat
untuk mengikat gerak laju waktu
untuk mencatat butir air mata duka lara
untuk menghitung mekar senyuman jiwa
untuk menulis ayat-ayat langkah angan
untuk mewarnai wajah jejak ziarah kaki
untuk menjawab gulita misteri akal
untuk tanyakan rindu damba nurani
Dan
Sering kita begitu yakin
akan kesaktian kata dan angka yang terbatas
Untuk sibak tirai fakta maha luas
Untuk jelajahi ruang tanpa batas
Untuk batasi waktu yang tak terhingga
dalam alam jagat semesta
Alam semesta punya bahasa berbeda
Jagat raya punya hitungan angka
Namun
tidak selalu mampu dipahami bahasanya
tidak biasa dipedulikan makna angkanya
Karena semuanya dalam tanda tanya
yang sebenarnya terpatri dalam pribadi
sebuah kesatuan fakta dan misteri
“Jika ingin mengenal dan menguasai dunia
Kenal dan kuasailah diri pribadi
Semuanya ada dalam jiwa raga
sebagai miniatur alam semesta ini”
“Hitunglah desah nafasmu sehari-hari
juga jumlah belantara rambutmu
dan desir darah dari jantungmu
Bisakah engkau lihat bola matamu
tanpa cermin dan alat bantu
Dapatkah kau pandangi dahi dan telingamu,
agar engkau percaya adanya
Mampukah engkau tatap punggungmu dengan mata tanpa cermin
Dan
demikianlah alam jagat semesta
menulis ayat syairnya bagi manusia
Setiap saat tanpa berhenti
pada lembaran halaman waktu abadi”
Pada luasnya ruang angkasa
ayat-ayat sajak semesta tertata
Pada musim, hujan dan panas
huruf alam jadi kata-kata
Pada sungai, danau dan samudra
kata-kata menjelma ayat syair
Pada petir kilat dan taufan
ada angka dan nada-nada alam
Pada gelombang gempa dan tsunami
ada bait harmoni lagu jagat
Pada gunung bukit lembah ngarai
ada alunan kisah penuh arti
Pada segenap tumbuhan dan hewan
ada gema pesan makna semesta
Dan
Desir angin mengantarnya tiap detik
dengan energi cinta pada nafas
dan melodi kasih pada darah
Dari awal mula hingga tak berkesudahan
Ayat sajak alam semesta
Tertulis paling sempurna dengan cinta
Pada segenap jiwa raga manusia
dari awal mula sampai nanti
Tak ada yang bisa dibatasi kata
Tak akan mampu dihitung angka
oleh bahasa segenap manusia
Meskipun digabung seluruhnya
ataupun dengan teknologi paling canggih
“Semakin kita belajar menyibak tabir alam jagat raya
Semakin kita berjuang membaca ayat sajak semesta
Maka
Kita hanya dapat tahu diri
bahwa kita hanya tahu sedikit
dan sangat banyak yang kita tidak tahu”
Entah sampai kapan nanti
Sang Penulisnya memberi tahu makna
dalam pengalaman misteri Kuasa Ilahi
Sang Seniman Agung
Pemilik ayat sajak semesta
…

