“Allah melihat hati. Ia jagai orang jujur dan benar agar tidak sehelai rambut pun dari kepalanya yang akan hilang”
(Luk 21: 18).
…
| Red-Joss.com | Saya percaya dan mengimani hal itu dengan segenap hati. Sehingga, ketika membaca status seseorang “berdoa kok di fb.” Saya tersenyum tidak komentar atau menanggapi, tapi berdoa untuk kebahagiaannya.
Sesungguhnya, berdoa itu privasi dan hak setiap pribadi. Sehingga dapat dilakukan kapan dan di mana pun. Semua itu tergantung niat murni dan motivasi orang yang bersangkutan.
Hidup bersaksi itu dapat dilakukan di manapun juga. Tidak mengenal situasi dan kondisi, di mana pun jadi. Asal tidak untuk kepentingan diri dan mengganggu ketertiban orang lain. Tapi sebagai ungkapan syukur dan persembahan hati. Karena kita dikasihi Allah.
Begitu pula dengan kita yang dipilih Allah. Kita sekadar menanggapi, diam, lalu mubazir dan dilupakan. Atau kita melakukan aksi itu untuk berinteraski dengan Allah yang memberi.
Bersaksi itu panggilan hati. Dipilih Yesus adalah anugerah luar biasa, karena dosa kita telah ditebus dan kita diselamatkan-Nya dari maut.
Jadi, tidak seharusnya melupakan Yesus dan menyia-nyiakan belas kasih-Nya. Kita harus sadar diri, karena dikasihi-Nya. Hati yang bahagia itu, jika ada aksi lalu terjadi interaksi sehingga tercipta harmoni. Hidup saling mengasihi, dan untuk saling membahagiakan.
Bersaksi itu panggilan hati, ketika kita berani ke luar dari diri sendiri. Untuk membuang ego pribadi. Kita bersaksi demi Yesus yang kita kasihi sebagai ungkapan syukur dan persembahan hati.
Bersaksi untuk hidup saling mengasihi, dan bahagia.
…
Mas Redjo

