| Red-Joss.com | Berbagi kasih pada sesama itu mudah diaplikasikan, dirasakan, dipraktekkan, dan sekaligus untuk membangkitkan gairah hidup kita agar bertambah semangat. Sehingga Kita makin mengasihi sesama. Bagaimana caranya?
- Dilihat sumbernya.
” … for God is love” (1 John 4:8). Jika sumbernya sudah ditemukan, yakinlah, bahwa yang kita teguk, minum, dan kita nafasi adalah hidup dalam kasih itu sendiri. - Cara mengungkapnya.
Apakah cukup dengan mengatakan: “I love you.” Tidak cukup, tapi harus ada bukti dari ungkapan kasih itu. Karena kasih Allah tanpa sekat dan tidak membeda-bedakan. Seperti kasih yang diungkapkan oleh Petrus, “In truth, I see that God shows no partiality” (Acts 10:34).
Jadi, kasih dari Tuhan harus diungkapkan dan bisa dirasakan oleh semua orang.
- Dipilih, diutus, berbuah dan saling mengasihi.
Orang yang siap sedia mengasihi sesama itu dipilih oleh Tuhan Yesus sebagai sahabat, “… I have called you friends …” (John 15:15). Yang memilih kita adalah Tuhan sendiri (John 15:16). Siapa pun tentu senang, jika dipilih sebagai sahabat Tuhan Yesus. Tapi ingat ada tanggung jawabnya, yaitu kita diutus untuk berbuah dan saling mengasihi.
Tugas perutusan itu sama seperti yang diterima Yesus dari Bapa, dan memberikan kasih yang sama. Berbuah, karena kita adalah cabang-cabang yang menempel pada Pokok Anggur itu, yakni Yesus yang Sumber Hidup kita.
Saling mengasihi karena kasih itu harus dibagi-bagikan. Kasih yang mudah diaplikasikan, dipraktekkan, memberikan gairah, dan semangat.
Allah adalah kasih, maka hidup kitapun harus menjadi sumber kasih. Sebab, kita telah berbuah lebat dan melimpah.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

