Simply da Flores
…
Menggendong langkah nasibku
ibarat memangku alat musik ‘sape’
harus kupetik deretan dawainya
membuat pilihan keputusan nada
agar jadi lagu indah mempesona
atau jadi nada lirih melankolis jiwa
Nyanyian suka duka kehidupan
Bangga terlahir di tanah tumpah darah
dengan sejarah orangtua leluhur
dengan warisan adat budaya
dengan kekayaan alam lingkungan
Aku belajar memainkan dawai hidup
Aku belajar merajut arti makna
Akui ditempa menulis ayat syair
Belajar dari kayu dan dawai ‘Sape’
yang diciptakan para pendahulu
Aku mulai mengenal siapa diriku
Aku harus memahami apa adaku
Aku perlu tahu dimana tempatku
Aku mesti berlatih memainkan dawai
Aku dipaksa membuat irama laguku
Aku dituntut memainkan musikku
Tetapi
nada dan irama bukan untukku
melainkan dariku untuk sesama
Musik, nada, irama, dan syair
Tentang syair suka duka jiwa
Tentang ayat-ayat nalar dan rasa
Tentang getaran nurani dan raga
Tentang pesona alam semesta
Tentang ajaibnya Sang Pencipta
Aku terus ada dan menjadi
Aku terus berlatih dan bermain
Memainkan ‘sape’ kehidupan
Memetik dawai jiwa raga
Merajut syair suka duka
Menenun arti dan makna diri
Kehidupan adalah alat musik
tergantung siapa pemainnya
Dan
Kita semua harus memainkan musik
dengan alat yang kita miliki
Di hadapan sesama dan semesta
Di hadapan Sang Pemusik Agung
Entah apa nada dan iramanya
Entah apa ayat-ayat syairnya
…

