Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Isilah tempayan-tempayan ini hingga penuh.”
(Yesus, Sang Guru Agung)
…
| Red-Joss.com | Tempayan, ya, sebuah tempayan! Ada yang mengatakan, tempayan itu simbol kebijaksanaan. Karena di dalamnya mengandung isi yang meluap-luap. Ada bobot serta isi yang tersimpan di dalamnya.
Bagaimana jika ternyata, tempayan itu justru hanya sebuah wadah kosong, hampa tak berisi?
Sejatinya, secara rohani, kita pun hanyalah tempayan-tempayan kosong, yang disimpan rapi.
Ibu kita adalah orang yang paling cemas saat dia akhirnya tahu, jika anak-anaknya, ternyata hanyalah laksana bejana kosong. Alias hanyalah tempayan-tempayan kosong tak berisi. Sayang, jika demikian adanya.
“Isilah tempayan-tempayan ini hingga penuh,” ujar Sang Guru Agung kita. Dasyat dan menggetarkan seruan ini. Isilah, berarti diberi isi. Diberikan arti dan makna baru, sehingga bermakna dan bermartabat manusia.
Tuhan pun rela untuk mengisi air rahmat-Nya ke dalam diri kita yang hanyalah wadah kosong. IA juga rela memberikan nyawa dan makna penting baru kepada setiap manusia. Asal, kita setia menerima aliran air rahmat itu.
Bunda Maria, selaku penginisiatif, selalu hadir di dalam kesulitan dan kekurangan hidup kita. Lewat seruan permohonan sang Bunda, akhirnya tempayan hidup kita pun kembali terisi dengan aliran air rahmat.
“Ad Jesum per Mariam!“
…
Kediri, 10ย Septemberย 2023

