| Red-Joss.com | Cinta adalah awal kerinduan yang mempertemukan sepasang kekasih. Saling mengasihi itu yang menyempurnakan kerinduan hati ini.
Perubahan cinta menuju kasih sejati ibarat seorang pendaki yang miliki semangat dan tekad teguh untuk menapaki jalan menuju puncak gunung.
Oleh kerinduan hati untuk melihat merekahnya matahari pagi, setelah mendaki dalam kegelapan malam.
Makna matahari pagi itu laksana masa depan hidup rumah tangga yang cerah, indah, dan bahagia.
Ya, semangat perjuangan untuk membangun keluarga bahagia itu yang dimotivasikan oleh orangtua, ketika saya hendak menikah.
Hari ini kembali kusadari. Bahwa janji untuk selalu saling mengasihi dalam suka dan duka, untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit hingga maut memisahkan kami.
Mendaki gunung itu ibarat tekad dan ketetapan hati untuk mau terus hadir memberikan diri pada pasangan. Semangat berkorban agar pasangan yang dicintai itu bahagia lahir batin.
Tiba-tiba kelegaan, kenyamanan mengalir memenuhi dada ini. Saya sadari, ternyata selama ini kerap kali saya tenggelam dalam gelapnya perjalanan untuk menuntut kesempurnaan kasih terhadap pasangan. Sehingga jalan kasih berumah tangga terasa makin berat.
Kini, saya sungguh sadari, tidak ada pasangan yang sempurna tanpa maaf dan ampunan untuk saling mengasihi, mengisi, serta melengkapi satu dengan yang lain.
Sesungguhnya kesempatan untuk menuju puncak kesempurnaan kasih bersama pasangan adalah anugerah yang ditawarkan Tuhan untuk saya ‘iyakan’ dengan mantap hati.
Saling mengasihi pasangan adalah puncak kebahagiaan hidup berumah tangga.
…
Herry Wibowo
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

