Red-Joss.com – Tidak semua kata aji mumpung itu konotasinya jelek. Tidak seharusnya kita hantam kromo alias menyamaratakan seperti itu.
Aji mumpung itu mantra ampuh, jika dimanfaatkan untuk hal yang baik dan positif. Sebaliknya mantra itu merusak, jika digunakan untuk hal yang negatif dan jahat.
Kenyataannya, ilmu aji mumpung itu digunakan oleh banyak orang atau golongan untuk memperkaya diri dan mensejahterakan kroni-kroninya.
Coba lihat di sekitar kita, dari berita radio, tv, hingga medsos. Berjuta orang menggunakan ilmu aji mumpung bak raja yang pongah dan sakti mandra guna.
Jabatan, kekuasaan, sok hebat, sok kaya, dan sederet sok-sokan yang lain untuk berbuat semau gue.
Mereka dipercaya masyarakat, bukan sebagai amanat dan amanah, melainkan selagi_berkuasa dan menjabat bisa berbuat dan melakukan apapun, tanpa mau melihat resiko dan akibatnya.
Berbeda bagi mereka yang memiliki ilmu aji mumpung, karena anugerah Allah. Mereka sadar diri, bahwa talenta dan karunia Allah itu harus digali dan dieksploitasi sebagai ungkapan puji dan syukur kepada-Nya.
Mereka memahami, bahwa dipercaya orang lain itu berarti amanah yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Bukan untuk dimanfaatkan demi kepentingan dan memperkaya diri, melainkan demi kesejahteraan masyarakat.
Kita juga tidak perlu heran, iri, atau benci jika pribadi yang rendah hati itu dimanjakan Allah. Mereka dilimpahi damai sejahtera dan hidup bahagia.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

