| Red-Joss.com | Di saat kita memiliki masalah, maka kita ingin mengatasi masalah itu tanpa ada masalah lagi.
Terkadang yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, karena kita sering menciptakan masalah baru karena salah mengatasi masalah kita.
Coba lihat dalam Injil, ketika dua murid Yesus, yaitu Yohanes dan Yakobus sangat marah pada orang Samaria tidak mau menerima Yesus.
Mereka berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
Yesus menegur mereka, karena ucapan mereka sangat berbahaya.
IA memberi teladan kepada mereka untuk tidak menggunakan kekerasan, tapi dengan kasih.
Kedua murid itu diajar untuk melihat realitas penolakan dan bertindak sebagai pengikut Yesus yang sabar, ketika menghadapi kesulitan.
Sesungguhnya pengalaman ditolak, dihina, dan dibenci adalah hal-hal yang akan menjadi bagian penderitaan Yesus sebelum mati di salib. Para murid juga akan mengalaminya.
Yesus tidak pernah mengajar kita untuk membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi IA mengajarkan kesabaran, kasih, dan kebaikan kepada semua murid-Nya.
Injil mengingatkan kita, sebagai orang percaya agar berhati-hati dalam mengatasi masalah.
Kita mengunakan kebijaksanaan sebagai bukti, bahwa kita mampu menempatkan diri secara tepat dan bijak, ketika sedang menghadapi masalah. Kita melalui jalan kasih.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

