“Never ever compare your self with other people, you’ll get bitter. But when you compare with your self, you’ll get better.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Malu, minder itu manusiawi. Tidak berarti mereka itu tidak mau dan tidak mampu, tapi karena kurang percaya diri. Karena sesungguhnya banyak orang yang mengidap penyakit minder itu.
Kenapa banyak orang minder atau tidak percaya diri?
Karena kita sering membandingkan diri dengan orang lain, akhirnya tidaj percaya diri dan minder.
Lakukan tiga hal ini agar tak dikuasi rasa minder.
Pertama: stop kebiasaan mengintip orang lain lewat media sosial yang menyuguhkan hal yang menipu itu. Baik yang ditampilkan, diupload, dan di share itu cenderung yang wah. Foto editan, video, status, dan gaya hidup yang sering jauh dari asli dan realita.
Lebih baik berhenti mengingip instagram, facebook, profil, dan upload orang lain. Karena dari situ benih untuk membandingkan diri dengan orang lain itu muncul, bahkan makin tumbuh subur.
Kedua: behentilah membandingkan diri dengan orang lain. Mereka yang lebih ganteng, cantik, cerdas, keren, lebih, kaya, lebih dan lebih lagi. Akhirnya kita berkecil hati dan minder.
Ketimbang kita membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik kita melihat kekurangan dan kelemahan sendiri. Sehingga hal yang baik dan positif itu mendatangi kita untuk benahi dan perbaiki diri jadi makin baik.
Ketiga: fokus, karena kita ini bukan siapa-siapa. Tapi kita berharga di mata Tuhan. Kita mempunyai kesempatan dan peluang yang sama. Sehingga layak untuk sukses. Kuncinya adalah menerima dan menghargai diri sendiri untuk jadi yang terbaik.
Fokus untuk memakai kacamata kuda dalam hidup ini. Terarah dan fokus agar kita tidak pusing dengan omongan, komentar, maupun nyinyiran orang lain.
Fokus pada tujuan agar langkah kita makin mantap dan pasti.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

