| Red-Joss.com | Ditengah kesibukan yang memadat, pikiran bisa jenuh, hati bisa layu dan mata bisa tidak bening. Butuh rekreasi untuk mengembalikan ke posisi segar.
Kupilih nonton. Saya senang nonton drakor.
Dalam dialog akhir dari seri drakor yang saya tonton, yang berjudul: “Crash Landing On You,” Ri Jeon Hyeok, tentara Korea Utara yang menyelamatkan Yun Se-ri, cewek lajang KorSel yang tersangkut di pohon, karena badai di saat dia olahraga paralayang, mengatakan: “Kehadiran dirimu dalam hidupku adalah anugerah.”
Kata ‘anugerah’ berasal dari istilah ‘kharis’ yang diterjemahkan sebagai kasih karunia. Dalam Perjanjian Baru kata ini bermakna, “kemurahan hati Allah yang tidak pantas diterima oleh orang yang layak dihukum.” Istilah anugerah dipakai untuk mengungkapkan sikap Allah yang murah hati, yang menyediakan keselamatan bagi manusia.
Iya, hidup ini seharusnya seperti itu, menjadi anugerah untuk orang yang kita cintai.
Sanggupkah seorang suami berkata di depan istrinya, bahwa “hadirmu dalam hidupku adalah anugerah?”
Dengan cara yang sama, sanggupkan seorang istri mengatakan, bahwa suaminya adalah anugerah.
Kepada anak-anaknya orang tua mengatakan kamu adalah anugerah?
Sanggupkah seorang Imam, atau Ketua Lingkungan atau DPH dan Korwil berkata di hadapan umat, bahwa panjenengan semua adalah anugerah.
Jika istri bukan anugerah, suami bukan anugerah, anak bukan anugerah,
Jika umat yang anda layani bukan anugerah, sahabat bukan anugerah,
Akibatnya … mereka akan turun derajadnya menjadi alat… untuk memuaskan diri, bermegah, berbangga, berkuasa, atau tempat berteduh ketika lelah oleh peluh berburu sunyi.
Mengabaikan layanan sama dengan membuntu anugerah orang lain.
Jika hal itu yang terjadi, maka kita akan menerima koreksi keras seperti dialami oleh Petrus… “enyahlah iblis!”
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

