“Don’t be rigid, just keep moving.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Bersikap tegas itu kadang dibutuhkan. Tapi kalau berjumpa dengan pribadi yang semuanya serba kaku, tidak terbuka pada perubahan dan masukan yang jelas, hal itu jadi membosan, dan kita tidak tahan.
Coba amati air yang mengalir itu. Air itu mudah menyesuaikan diri, fleksibel, dan mudah beradaptasi dengan situasi sekitar dan akhirnya sampai ke muara. Meski menghadapi bebatuan, kerikil, rerumputan, kotoran, bahkan situasi keruh air itu tetap mengalir.
Ketika curah hujan yang ektrim, saya mencoba merenungkan 4 kunci hidup.
Pertama: ‘adjust your plans’. Membuat rencana atau planing itu perlu. Meski kadang rencana tidak sesuai kenyataan, tapi paling tidak dalam hidup kita ada persiapan dan perencanaan itu penting. Ada persiapan saja kadang meleset apalagi tanpa persiapan.
Kedua: ‘adapt to the challenges’. Beranilah beradaptasi, hanya orang yang cepat beradaptasi itu mereka yang ‘survive’. Belajarlah dari air mengalir, dia terus bergerak, beradaptasi, melahap setiap tantangan dan hambatan. Dia tidak mengeluh, apalagi protes. Tantangan itu tidak untuk dihindari dan ditakuti, tapi dihadapi.
Ketiga: ‘adopt new strategies’. Kegagalan, jatuh, masalah dan kerugian itu pasti akan kita hadapi. Ambilah makna berharga dari semua pengalaman itu, lalu buat strategi baru untuk bangkit, memcoba, dan mencoba lagi.
Keempat: ‘apply the greates, virtue of flexibility’. Buat dan lakukan hal luar biasa dengan keutamaan fleksibilitas. ‘Virtue of flexibility’ bukan berarti nggak punya pendirian. Namun dengan bijak memutuskan, melakukan dan mengambil tindakan bijak dalam kondisi dan situasi riil. Hidup yang mengalir.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

