| Red-Joss.com | Bu Suko, tetangga rumah datang, ketika Ibu baru selesai mengunci pintu untuk berangkat menghadiri undangan perkawinan seorang kerabat.
Bu Suko meminta garam pada Ibu, karena sedang memasak sayur soup, tapi ternyata garamnya habis.
Di tengah keengganan untuk kembali membuka pintu rumah itu, Ibu meminta masf pada Bu Suko. Karena harus segera pergi untuk menghadiri acara dan memohon maaf tidak bisa membantu.
Ternyata di tengah jalan itu, Ibu tampak gelisah. Terbayang oleh Ibu, keluarga Bu Suko tidak dapat menyantap makanan bersama keluarganya, apabila soup yang dimasaknya itu hambar, karena tanpa garam.
Tiba-tiba Ibu memutuskan pulang ke rumah. Ia mengambil garam dari dapur, dan segera pergi ke rumah Bu Suko mengantar garam yang tadi dimintanya.
Bu Suko yang sedang santai di teras rumah itu tampak terkejut, ketika Ibu datang mengunjunginya dan menyodorkan sebungkus garam yang diminta oleh Bu Suko.
Dalam keheranan, Bu Suko berkata, bahwa tadi ia tidak pergi ke rumah kami untuk meminta garam. Bahkan ia juga berkata, hari ini ia tidak memasak sayur soup. Tapi sayur lodeh dan menggoreng ikan untuk keluarganya.
Mendengar hal itu, Ibu terdiam, lalu pamit.
Sejak kejadian aneh itu, ada yang berubah pada pribadi Ibu.
Setiap kali ada orang yang datang minta pertolongan, baik tetangga, keluarga, atau siapa pun, ibu dengan senang hati memberi dan mengupayakan yang terbaik.
Tanpa diminta, hati Ibu mudah tergerak melihat orang yang kesusahan. Ibu membuka dompet dan memberikan sekadar uang untuk orang itu.
Saya juga pernah melihat Ibu turun dari moda angkutan yang dinaiki untuk sekadar menolang orang. Hati Ibu mudah tergerak oleh belas kasihan, karena Ibu melihat kesusahan orang lain.
Mungkin dalam hati Ibu, ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menjamu malaikat yang menyamar melalui orang-orang yang sedang kesusahan itu.
Saya pun teringat sebuah pesan Guru Agung tentang Hati Tuhan:
“Segala sesuatu yang engkau lakukan bagi salah seorang saudaramu yang paling hina itu, sesungguhnya engkau telah melakukannya untuk-Ku.”
…
Herry Wibowo

