Simply da Flores
…
Baru sedikit kubelajar mengetahui
Tentang siapa aku dan sesama Insani
Namun
Rasanya lelah dan sering tertipu
Kata tak sesuai fakta
Kulit tidak seperti isi
Apalagi zaman now
dengan aneka pesona kemasan
dan gemerlap warna-warni
Mata, rasa dan pikiran
bisa terbius dan tertipu
Lalu
hati nurani menangis lara
sukma jiwa luka menderita
Karena
kata cinta berisi tuba
kata sayang berisi malang
kata kasih berisi belati
Aku mau belajar pada alam
Mentari tak pernah menipu bercahaya
Bulan berubah sesuai putaran masa
Bintang terang aneka warna
Samudra pasti bergelombang
Ombak tak pernah lelah ke pantai
Lebah pasti memberi madu
meski ada sengat dan bisanya
Mawar pasti indah mempesona
biarpun ada durinya
Api pasti panas membakar
tetapi banyak manfaatnya
Angin memang tak kelihatan
namun nafas hidupku dari udara
Air selalu sesuaikan diri dengan wadahnya
Gunung tak sombong pada lembah
Dataran tak iri pada bukit
Hutan belantara hijau
tak pernah menghina batu karang
Dan
Semua isi alam semesta menjelma dalam jiwa ragaku
Aku cuma bagian kecil dari semesta
Manusia tak bisa apa-apa
tanpa alam jagat raya
Aku, engkau, dia, kita semua
adalah miniatur alam semesta
Meski tergantung mutlak padanya
namun kita istimewa oleh Pencipta
jika bisa sadar, syukur, terima kasih
pada jiwa raga dengan doa sahaja
…

