| Red-Joss.com | Saya tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apalagi agar banyak ide tulisan yang menggedor-gedor di pikiran ini sukses saya wujudkan ke dalam sebuah artikel atau cerita fiksi. Kepala saya berdenyut-denyut dan sakit sekali.
Padahal banyak cara telah kucoba. Tapi selalu menemui jalan buntu, dan gagal.
Saya sungguh merasa sulit sekali untuk memulai. Menemukan kata awal sebagai pembuka. Saya selalu merasa kurang sreg, bahkan hilang rasa spontanitas ini.
Jari-jari tangan serasa kaku, ngilu, dan sulit digerakkan.
Beberapa batang rokok menyala sia-sia, dan mubazir.
Dalam keheningan saya kehilangan jati diri saya. Ide itu juga gagal saya realisasikan.
Saya endapkan seluruh ide itu, tapi serasa makin keruh.
Saya pilah-pilah ide itu, tapi mood ini makin menjauh.
Istirahat, merokok, tenangkan hati dan pikiran, bahkan saya gunakan untuk tidur, tapi semua itu tidak membantu.
Saya berdoa, lalu menbaca Alkitab, dan merenungkan sejenak. Supaya pikiran makin jernih dan hati kian tenang. Ternyata usaha saya kali ini juga gagal.
Saya lalu bertanya pada Tuhan, kenapa? Dengan membaca Alkitab dan merenungkan, pikiran ini jadi jernih. Banyak ide langsung terbuka minta pelepasan, dan lancar jaya.
Ternyata untuk kali ini usaha saya gagal total. Otak ini serasa mampet, bahkan saya seperti menabrak dinding besi yang melingkar-lingkar untuk memenjarakan saya.
Saya memohon pertolongan Tuhan, tapi serasa diacuhkan dan tidak ditanggapi.
Kebiasaan mendisiplinkan diri untuk menulis seperti sia-sia. Seharian ini saya gagal menulis, dan bagi saya aneh sekali. Kreativitas saya macet dan terpasung.
Saya lalu merefleksi diri untuk mencari jawaban. Ada apa di balik semua ini?
Astaga! Ternyata, ketika pikiran ini terpenjara, sehingga gagal menulis, saya dimampukan Tuhan berdoa untuk keluarga, sahabat, bangsa dan negara serta dunia agar dilimpahi damai sejahtera.
Semoga semua makhluk hidup bahagia.
…
Mas Redjo

