“Never be a prisoner of yout past, it was just a lesson, not a life sentence.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu bukan tentang apa yang terjadi, melainkan tentang bagaimana kita menjalani dan menyikapinya. Ada banyak tipe orang dalam kehidupan, dan semua itu adalah pilihan. Salah satunya adalah ‘prisoner’ (tahanan).
Tipe pribadi ‘prisoner’ cenderung terpenjara: masa lalu, penuh tekanan, penuh beban, dan terbelenggu penyesalan. Di antara kita juga ternyata banyak yang hidup bak dalam tahanan. Terpenjara, bukan karena ruang geraknya, melainkan terpenjara oleh pikirannya. Terhimpit dan terbelenggu, sehingga sulit tuk maju. Ada jeruji yang mengekang potensi. Karena kita jadi tahanan masa lalu.
Seandainya waktu bisa diputar kembali. Seandainya dulu, … coba dulu, … andai kata dulu… Kita tidak bisa mengubah masa lalu, luka, sakit hati, marah, dan kecewa pun masih ada. Yang bisa kita lalukan adalah sikap untuk menerima dan memaknainya.
Stop, larut dalam buaian masa lalu. Berhentilah meratapi kesalahan masa lalu. Hidup ini tidak untuk masa lalu, tapi hidup itu sekarang. Jadikan masa lalu pembelajaran. Pengalaman masa lalu sebagai pijakan untuk maju.
Lepaskan belenggu kekawatiran, himpitan, dan beban masa lalu. Jadikan masa lalu sebagai pijakan untuk meraih masa depan. Bila beban di pundak tidak sanggup dipikul lagi. Mohonlah pada Tuhan agar hati kita diteguhkan, sabar, dan tabah dalam menjalani hidup ini.
Tuhan mengizinkan masalah dan cobaan itu datang silih berganti tidak berati IA tak sayang, tapi sebaliknya IA ingin agar iman kita bertumbuh dan berkembang. Karena tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman, tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan. Kita diuji agar iman kita makin dewasa, dan setia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

