| Red-Joss.com | Ketika kita fokus berdoa dengan segenap hati, pikiran, dan sambil menangis, kita meninggalkan banyak kesan dan pengalaman yang istimewa.
Pertama, karena kita sungguh menghayati doa dan merasakan apa yang sedang dialami.
Kedua, kita merasakan kedekatan kita dengan Tuhan.
Ketiga, kita merasakan kelegaan. Semua pengalaman ini terasa menjadi lebih istimewa, karena kita sedang mendoakan orang yang istimewa atau untuk hal-hal yang istimewa pula.
Doa dan air mata adalah tanda paling nyata dari ungkapan totalitas dalam kasih. Berdoa dengan rendah hati dan tangisan untuk mengetuk hati Tuhan.
Pada saat itulah Tuhan melihat seorang pribadi yang dengan penuh kasih mendoakan mereka yang amat dikasihinya. Dalam hal ini, contoh yang kongkrit itu ditunjukkan oleh Santa Monika yang berdoa untuk anaknya Santo Agustinus. Akhirnya, keduanya diangkat oleh Gereja sebagai teladan kesucian bagi kita semua.
Kapan kita terakhir kali berdoa dengan totalitas dan sambil menangis? Baru saja? Kemarin? Atau pada saat setiap kali kita berdoa? Sedang mendoakan siapakah? Seseorang yang sangat istimewa? Untuk apa, pertobatannya…? Jika itu adalah kerinduan jiwa ini, teruslah berdoa. Karena hanya Tuhan yang bisa mendengarkan doa dan menghapus air mata kita.
Jika doamu didengarkan hari ini, bersyukurlah. Jika doamu masih dijawab besok, bersabarlah. Jika doamu belum ada tanda-tanda jawaban-Nya, teruslah berharap dengan penuh iman.
Percaya dan imani, bahwa cepat atau lambat dikabulkannya doa kita adalah berkat. Sebab yang diberikan oleh Tuhan selalu baik dan indah pada waktunya.
Teladani semangat doa dari Santa Monika. Gali pengalaman rahmat-Nya. Hidupi dengan semangat berkorban untuk mengasihi setiap pribadi dengan ikhlas hati.
Doa dan air mata untuk mengetuk belas kasih Allah itu tidak sia-sia. Karena Allah menghitung air mata kita dengan anugerah-Nya yang luar biasa.
Kamu, kita semua adalah pribadi istimewa. Karena kita putera-puteri-Nya.
Sujud dan sembahlah Allah.
Alleluia!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

