| Red-Joss.com | Dengan intensif sekali Yesus menperkenalkan, “Siapa diri-Nya, Bapa-Nya. Bagaimana relasi Dia dengan Bapa-Nya. Apa pekerjaan yang dilakukan-Nya. Juga Bagaimana sikap yang selalu diambil di hadapan Bapa-Nya.”
Intensif sekali Dia memperkenalkan diri. Tujuannya supaya orang lain tahu, mengenal, dan mempercayai-Nya.
Terbukti! Ada beberapa yang percaya dan mengikuti-Nya.
Memperkenalkan diri! Ini adalah cara kita juga supaya diketahui oleh yang lain. Saat pertama kali kita berjumpa, jika tidak malu-malu, kita akan saling memperkenalkan diri.
Berbeda, kalau kita malu-malu, kadang harus tanya lewat orang lain atau pasif menunggu terlalu lama.
Kemudian, ketika sudah saling mengenal dan merasa cocok, pertemuan berikutnya, semakin banyak kisah yang dibagikan kepada teman bicara kita. Makin lama, kita bisa saling mengenal dengan baik, tentang dirinya, keluarganya, pekerjaan dan pelayanannya, pergulatan dan perjuangannya, dan tentang pergumulan imannya. Juga tentang mimpi-mimpinya.
Jika orang sudah saling mengenal dengan baik akan bercerita banyak.
Begitu pula Yesus. IA bercerita banyak tentang diri-Nya, Bapa-Nya, kedatangan-Nya ke dunia, dan tentang sikap-Nya. Sikap Yesus yang taat dan menyenangkan hati Bapa-Nya.
Jika kita membaca Injil hari ini, besok, dan lusa, maka jelas sekali Yesus menceritakan semua itu. Ikuti dan renungkan agar kita semakin mengenal-Nya.
Sama seperti kita di hadapan Tuhan, untuk sering mengenalkan diri kita. Caranya, kita berdialog secara intinsif. Dengan berdoa, bertekun dalam doa agar kita mempunyai sikap iman yang jelas, yaitu percaya, taat dan selalu menyenangkan hati Yesus dan Bapa-Nya.
Jika kita sudah merasakan kedekatan itu, maka kota akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Yesus telah mengenal kita agar kita yang belum mengenal Yesus dengan baik makin mendekatkan hati ini kepada-Nya, dan meneladani-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

