| Red-Joss.com | Semua itu harus dimulai. Hidup kekudusan itu juga harus dimulai. Meski tidak mudah dan banyak ujian, tapi teruslah melangkah dan fokus. Karena kita berada pada proses yang benar.
Ujian pertama, umumnya datang dari pribadi-pribadi yang mengenal kita. Kita sering diejek, dikatakan sok suci, atau cari perhatian. Tidak apa-apa dikatakan seperti itu. Tetaplah rendah hati dan sabar.
Ujian kedua, datang dari diri sendiri. Misalnya, kita mulai malas dan tidak disiplin. Hati-hati, jika muncul perasaan seperti itu. Tanda-tanda kita merasa, bahwa seakan hidup rohani itu mengganggu. Faktanya, tidak! Jangan menyesali diri, bahwa selama ini kita tidak pernah berdoa. Apalagi ingin menjadi kudus. Jangan pernah pikirkan hal itu agar tidak lemahkan iman kita.
Sadari dan pahami, bahwa hal yang biasa dan lumrah, jika di suatu komunitas banyak orang cerewet dan menghakimi. Bagi pribadi yang sedang memelihara hidup kekudusan, justru kata-kata yang tidak baik dari orang-orang itu justru merupakan tantangan untuk menambah semangat kita agar makin bertekun doa, bahkan mendoakan orang-orang itu.
Saat kita masih bisa menyapa Tuhan di tengah komunitas, maka kita akan terus belajar dari yang lain. Sangat berbahaya, jika kita ingin berkembang sendiri. Biasanya, kita akan menjadi hilang. Selain itu, dunia di luar komunitas kita terlalu berbahaya. Mudah sekali kita dimangsa, jika kita tidak benar-benar miliki iman yang kuat.
Sesungguhnya, jika kita mempunyai kebiasaan untuk membangun hidup yang kudus, teruskan dan fokus ke tujuan. Bagi yang ingin memulai, mulailah dengan segera. Sebab, semuanya harus dimulai dan tidak boleh ditunda-tunda. Rasakan dan nikmati buahnya setiap hari dari perubahan hidup kita yang makin baik, dan lebih baik lagi.
Jadilah kudus!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

