RedJoss.com – Pengin menjadi pribadi yang rendah hati? Belajarlah pada Emak-emak! Lho?
Jangan kaget, tertawa, mencibir, meremehkan, atau apriori seperti itu.
Belajar agar menjadi pandai lewat bangku sekolah, kuliah, atau dengan membaca buku itu hal biasa. Yang luar biasa itu, jika kita berani belajar dari kekonyolan Emak-emak yang biasa mengendarai motor.
Lihat Emak yang naik motor di jalan raya itu. Ia ngesen motor ke kiri, tapi tiba-tiba belok ke kanan. Akibatnya, pengendara kendaraan di belakang Emak itu menjadi kaget, gugup, bahkan bisa terjadi kecelakaan.
Begitu pula kita. Saat hati ini ngiri melihat keberhasilan atau sukses orang lain, kita segera menghindar banting kemudi untuk nganan agar menjauh.
Dengan menjauhi iri hati, kita berpikir positif. Orang lain bisa sukses, kita juga pasti bisa. Bukannya iri dan membenci orang sukses, melainkan agar kita berprasangka baik dan berpikir positif untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan sukses.
Sekiranya, kita pengendara motor di belakang Emak itu. Kita diajak selalu waspada di jalan. Untuk merespon peristiwa keseharian dengan hati-hati agar kita tidak memperkeruh masalah atau timbul konflik baru.
Lihat peristiwa konyol di medsos itu. Orang pamer arogasi dengan saling menghina, menghujat, menghasut, menjelekkan, dan seterusnya. Bahkan, berakhir saling melaporkan ke polisi.
Kegaduhan yang membuat situasi ekonomi semakin tidak menentu. Lalu, keteladanan apa yang mereka berikan pada generasi penerus, selain sikap memuakkan, ingin kuasa, dan permalukan martabat sendiri?
Bersikap kritis itu baik, tapi asal saja tidak sekadar mengkritisi dan reaktif ngawur. Tetapi menyikapi hiruk pikuk berita di medsos, dengan merespon dengan bijak. Kita menfilter dengan hati nurani. Pantaskah berita itu diteruskan? Apa untungnya bagi kita dan orang lain? Dengan menimbang baik buruk dan untung rugi, kita diajak menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Tidak ada gunanya kita ikut arus, atau hanyut bersama petualang politik yang hobi mancing di air keruh.
Saatnya kita berani tentukan sikap. Perubahan hidup ke arah yang semakin baik itu harus dimulai dari keluarga sendiri. Keteladanan itu amanah agar kita menjadi pribadi yang rendah hati dan bertanggung jawab untuk kemajuan negeri ini. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

