| Red-Joss.com | Ketika kecil, saya melihat kebiasaan Bapak menaruh beberapa botol air di kulkas dan mendinginkannya.
“Untuk orang yang membutuhkan,” kata Bapak singkat, ketika saya menanyakan hal itu.
Suatu hari saya melihat Bapak ke luar rumah memberi uang kepada seorang peminta-minta.
“Mau minum?” tanya Bapak
Ah, ternyata inilah alasan di balik kegiatan baru Bapak memasukkan beberapa botol air ke kulkas. Bapak menawarkan botol berisi air dingin itu kepada orang-orang yang kerap datang mampir ke rumah kami.
Hati saya tergerak untuk meniru perbuatan Bapak. Sehingga, ketika seorang Ibu mampir ke tumah, saya memberi sekadar uang. Saya juga menawari minum, sekiranya ia mau melepas dahaga.
Ibu tua itu terdiam, memandang saya penuh keraguan. Saya tersenyum, lalu ia mengangguk.
Saya mengambil gelas yang kuisi dengan air dingin dari kulkas. Ibu itu
menyambut gelas yang kuberikan dengan menyorongkan mangkuk yang tadi dipakai untuk menerima uang pemberianku.
“Minum dari gelas ini, Bu…,” kataku terharu melihat sikap Ibu yang tampak canggung itu.
Sesaat ia meragu menerima gelas air yang kuberikan itu. Ia minum sambil menunduk. Tiba-tiba saya dengar isakan lirih Ibu itu.
“Apakah Ibu sakit?” tanyaku khawatir.
Ia mengangkat wajah, dan menggelengkan kepala.
“Selama ini orang memandangku dengan jijik. Bahkan kurasa mereka sesegera mungkin menjauh, ketika melihat kedatanganku. Tapi hari ini aku diizinkan minum dari gelas yang dipakai oleh keluarga ini.”
Saya terhenyak. Ibu itu teramat berlebihan. Pengalaman itu bagi saya sangat luar biasa. Memberi tidak seberapa, tapi mampu membawa sukacita bagi orang lain.
Kenangan masa kecil yang indah itu kuceritakan pada anakku, Radit, ketika saya menemani tidur. Saya mengajarinya berbagi hal-hal kecil dengan cinta yang besar. Memberi minum pada tukang bubur, putu, atau pedagang makanan keliling yang menjadi langganan kami.
Saya berharap agar anakku dapat melihat dan merasakan pijar kegembiraan dan sukacita dari pancaran mata dan hati orang-orang yang menerima tawaran minumnya itu.
…
Herry Wibowo

