“Jika salah perbaiki, gagal coba lagi, jatuh bangkit lagi, tapi jika menyerah kalah berarti semua selesai.”
– Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Orang baik biasanya temannya sedikit. Kenapa? Pasti ia sering tidak ikut tren. Banyak yang tidak cocok, dan ia akan ditinggalkan. Ia akan sendirian, dan kesepian. Itulah realita dunia. Kalau tidak mau sendiri dan kesepian, ya, ikuti arus.
Teman kita jadi banyak. Mudah berjamaah dalam ketidakjujuran, mudah berkomentar, dan bergosip-ria. Tapi kita bakal kehilangan karakter diri ‘theomorphis’. Kita akan jadi kerumunan orang, tapi kesepian. Banyak orang berhaha hihi, tapi mereka tidak mengenal siapa kita. Parahnya lagi kita tidak punya identitas.
Hanya dalam kesepian kita akan mengenal identitas diri. Kenalilah diri dalam sepi, dalam keheningan, tapi tidak dalam keramaian. Meski sendiri dan kadang kesepian, tapi kita memiliki identitas, karakter, dan komitmen.
Prinsip hidup itu sederhana. Mau dianggap baik, ya, syukur. Mau dianggap buruk terserah, dan jalan terus. Mau berteman, ayo, tidak juga silakan. Karena semakin umur bertambah, kita tidak usah ribet dengan pemikiran orang. Yang penting kita terus berbuat baik, menjadi orang baik. Kita tidak merugikan orang, tapi menyenangkan hati Tuhan.
Percaya, ‘Gusti mboten sare’. Tuhan tidak tidur. Karena Tuhan melihat hati. IA mengetahui semua perbuatan baik kita. Selalu ada harapan bagi mereka yang percaya. Selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha dan berdoa.
Jadi, jika salah, ya, diperbaiki. Gagal, dicoba lagi. Jangan menyerah, tapi teruslah berjuang dan bertekun dalam doa agar sukses dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

