Simply da Flores
…
Pesona abadi
Menari antara angkasa dan nafasku
Bersenandung bergema antara indahnya alam dan desir aliran darahku
Entah kusadari, kuabaikan atau berlari
Misteri kematian terbentang lestari
antara samudra dan rasaku
antara padang belantara dan pikiranku
Biar kutakut, menangis, dan menghindar
Pesona dan misteri kematian
Seindah aku mencintai kehidupan
segelap misteri aku mengenal diri
Seperti tak mampu kuhitung rambutku
Laksana tak bisa kulihat desah nafasku
Atau
memandang punggung dan wajahku tanpa cermin
dan mengagumi pelangi, pagi, senja dan purnama
Kematian
Seperti mentari terus bercahaya
Meskipun aku alami siang dan malam
Biar pun ada terang dan gelap
karena
Bumi yang berputar dalam waktu
Bukan
Mentari berhenti bersinar
Kematian
Bangga dan syukurku padamu
Karena
Engkau berikan aku sayap nalar
untuk menjelajah angkasa jiwa raga
untuk berkelana dalam desah nafas
untuk berziarah menelusuri desir darah
Kematian,
Engkau kuasai jiwa ragaku
merangkul tanya dan jawaban
merajut fakta dan misteri
mengukir senyum dengan butir air mata
Dan
memeluk jiwa raga pribadi
menganyam makna dengan doa dan cinta
Kematian,
Engkau sadarkan pribadiku
bisa tersenyum malu pada gulita
dan
diam kagum pada cahaya pagi
tertawa bingung pada pesona senja
Sambil
menatap diri dalam papa sahaja
Ternyata
“tanpa engkau, aku tak bisa apa-apa
Kematian dan waktu adalah asal, pelaksana dan tujuan hakiki manusia
Ada dan terjadi”
…

