Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Dompet
kumal itu warisan kakek
dan
ayahku mewariskannya padaku lagi
Di dalamnya hanya berisi seutas doa masa lalu kakek
Dan
kala cermat kutengok pada punggung dompet kumal itu
ternyata terselip juga seujar pinta kekek buat ayah
Nak,
selipkan dompet kumal ini pada sisi ranjang cucuku
(Pada Sepotong Catatan)
…
| Red-Joss.com | Dompet, ya hanya tentang sebuah dompet. Hampir semua orang, terutama pria, biasanya memiliki sebuah dompet.
Apa itu dompet? Apa pula fungsinya? Sekadar gengsi, atau berisi jimat, atau mungkin berisi lusinan cincin emas? Tapi, setahuku, dompet itu biasa tersimpan uang serta foto pacar atau mantan pacar. Juga foto Ibu tersayang, atau juga SIM.
Saya pernah mendengar di saat masih berusia remaja, bahwa “dompet itu suatu sarana yang sangat personal.” Ya, terkandung juga unsur kepribadian seorang anak manusia. Ada juga yang berpendapat, bahwa dompet itu berisi โnasib hidupโ. Koq bisa, ya mungkin saja.
“Dompet Kumal Warisan” ini pun dapat bermakna, seorang bapak yang masih setia menyimpan dompet pemberian ayahnya.
Di mata cucu, ini dompet warisan dari sang kakek untuk ayahnya.
Apa yang menarik dari pesan dalam kisah ini? Di sini, terstruktur sebuah garis keturunan. Dari kakek kepada bapak, dan di dalamnya berisi sebuah pesan keramat.
“Selipkan dompet ini di sisi ranjang cucuku,” demikian pinta sang kakek kepada Ayahku.
Ternyata kakek menyimpan sepotong doa di dalam dompet itu. Doa berisi apa dan doa untuk siapa? Sebuah dompet juga berfungsi sebagai tempat menyimpan sepotong doa.
Sesungguhnya, inilah dompet kehidupan kita. Dompet itu pun โsimbol isi sanubari, doa dan harapan, serta ketulusanโ hati seorang anak manusia.
Bukan sekadar simbol nasib baik jika tebal isinya, dan simbol kesialan, jika ternyata tipis melompong.
“Mana dan apa isi dompetmu?”
…
Kediri,ย 22ย Agustusย 2023

