RedJoss.com – Yesus sungguh bangkit. Kita juga ikut bangkit. Kelamnya hidup dan hidup tanpa masa depan itu harus disingkirkan. Kita harus bangkit, setiap kali jatuh untuk berjuang agar menjadi pemenang kehidupan.
Kebangkitan Yesus itu tidak hanya menyemangati, tapi memotivasi kita, bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Hidup sukses dan bahagia itu pilihan, kita yang menentukan.
Kita sadar sesadarnya, hidup tanpa masa depan itu ibarat hidup dalam kegelapan. Tak ada cahaya. Semua serba hitam, bagai lorong gulita yang tak berujung. Gersang, sepi, menakutkan, dan ngeri.
Hidup tanpa masa depan berarti tidak mempunyai harapan. Hidup dalam keputusasaan, tidak menentu, tiada arah, dan tak ada yang dituju.
Padahal tujuan hidup kita jelas. Kita berasal dan kembali kepada Allah.
Ketika hidup kita tidak mempunyai harapan berarti kita hidup dalam kegelapan, keputusasaan, dan itu mengerikan.
Saatnya kita kembali kepada tujuan hidup yang hakiki. Kebangkitan Yesus yang menang atas maut adalah momen yang paling tepat bagi kita untuk bangkit bersama-Nya, dan ke luar dari keputusasaan.
Kesempatan itu harus direbut dan harapan itu harus diperjuangkan agar masa depan yang gemilang menjadi nyata.
Bukan hal yang mudah, melainkan kita pantang menyerah dan tidak ada kompromi menghadapi segala tantangan untuk menjadi pemenangnya.
Tak ada perjuangan yang sia-sia. Tak ada penderitaan yang hilang percuma.
Penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus adalah cahaya hidup kita agar kita menjadi terang dunia. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

