“Ada namaku disebut dalam doa Ibuku.”
…
| Red-Joss.com | Orangtua berdoa untuk kebaikan dan masa depan anak-anaknya itu wajar. Menjadi luar biasa, jika doa itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Tapi, pernahkah kita bertanya pada anak-anak, bahwa mereka juga mendoakan kita?
Tidak ada salahnya, karena hal itu baik. Saling mendoakan itu sangat baik. Saling memberkati itu luar biasa.
Maaf! Jangan apriori dengan doa, lalu menyimpulkan, bahwa sudah seharusnya anak-anak mendoakan orangtuanya.
Kita juga jangan menyepekekan atau meremehkan makna doa, karena doa yang dilafalkan penuh iman dan dalam nama Tuhan, sungguh dahsyat kuasa-Nya.
Sesungguhnya, dengan bertanya pada anak, kita mengajarkan pada mereka, untuk saling mendoakan dan saling memberkati. Karena doa yang dimohonkan penuh keikhlasan itu didengarkan Tuhan! (Mazmur 107:28-30)
Sesungguhnya, dengan saling mendoakan itu kita juga saling mengingatkan dan meneguhkan satu dengan yang lain. Kita saling menguatkan dalam iman untuk menjalani peziarahan hidup ini.
Orangtua lalu mewujudkan doa itu ke dalam tindakan nyata demi impian anak. Misalnya, anak ingin jadi guru, dokter, atau insinyur. Orangtua makin rajin bekerja dan menabung demi cita-cita anak.
Begitu pula anak, untuk mendoakan orangtua agar dilimpahi kesehatan, dan dimudahkan rezekinya oleh Tuhan. Sehingga biaya studi anak jadi lancar dan terpenuhi.
Selain itu, anak juga mengimbangi perjuangan orangtua dengan makin rajin belajar untuk menunjukkan kesungguhan hati dan bukti.
Dengan saling mendoakan, kita saling memberkati. Untuk saling mengingatkan dan menguatkan demi mewujudkan kebahagiaan bersama.
Harmoni, karena saling mendoakan dan memberkati demi kebahagiaan keluarga.
…
Mas Redjo

