“To avoid criticim, do nothing, say nothing and be nothing.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kritikan itu baik dan diperlukan, tapi hujatan itu mengkerdilkan, menjatuhkan, dan mengusik harga diri.
Sahabat yang baik itu dapat memberi kritikan dan nasihat tanpa membuat sakit hati. Ia memberi semangat dan dukungan, tanpa menjatuhkan harga diri.
Sesungguhnya kerendahan hati itu penting, ketika datang kritikan. Kedewasaan untuk menerima, memilah, intropeksi, dan bertanya pada diri sendiri yang harus kita lakukan. Jika hujatan itu untuk menjatuhkan, sebaiknya dilupakan, dan tinggalkan.
Sebuah analogi antara burung gagak dan elang. Salah satu burung yang berani mengganggu burung elang adalah burung gagak. Burung gagak biasanya akan melawan, mengganggu dan melancarkan serangan bila datang burung elang. Namun kebanyakan burung elang tidak menanggapi atau bekelahi dengan burung gagak. Jelas pemenangnya burung elang, kalau sampai berkelahi. Elang lebih memilih mengepakan sayapnya, terbang tinggi dan tinggi, bukan tak berani. Burung gagak pun tak bisa menyaingi apalagi menandingi.
Ketika dalam hidup, berhadapan dengan komentar, nyinyiran, dan gangguan, kita perlu belajar dari elang. Tidak perlu menanggapi, atau baper, yang penting kita fokus untuk memberikan yang terbaik dari hidup kita..
Dalam hidup ini, Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani, dan orang lain yang mengkomentari. Ada banyak di sekitar kita yang mempunyai mental SMS: Senang Melihat orang Susah, Susah Melihat orang Senang. Tapi teruslah melangkah dan optimistis.
Selalu tetap tenang, tidak panik, tidak baper, tapi fokus. Kita fokus untuk berusaha, berjuang, dan bertekun dalam doa. Percaya dan yakini, bahwa setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh dari perjuangan kita itu tidak sia-sia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

