Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Perjumpaan ini tidak direncanakan. Tapi dalam waktu singkat, mereka hangat dalam percakapan. Cerita mengalir dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dari yang ringan sampai yang serius. Bahkan banyak diselingi canda tawa. Maklum, mereka bertemu di negeri orang, dan merasa cocok.
3 jam waktu berjalan dengan cepat. Keduanya bertahan tidak mau beranjak berpamitan. Mereka menikmati setiap topik percakapan, dan ingin menghabiskan waktu di akhir pekan dengan bahagia.
Di balik semua cerita itu keduanya memaknai satu peristiwa yang sama, yaitu pentingnya kesetiaan. Di rantau, dia harus setia dengan keluarganya. Sedang aku di rantau harus setia dengan panggilanku. Kami berdua harus setia sebagai pengikut Tuhan Yesus.
Akhirnya, waktu perjumpaan harus diakhiri. Kami berdoa sejenak dan berkat diberikan. Kami berpisah ke tempat masing-masing dengan membawa cerita-cerita itu.
Kelak, jika melewati bangku di taman kota itu, kami akan ingat kisah pertemuan itu.
Sesungguhnya, setiap perjumpaan itu harus dinikmati dan disyukuri, walaupun hal itu tidak direncanakan.
Kita tidak perlu menaruh curiga kepada orang asing, karena siapa tahu mereka dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan sesuatu.
Sahabat itu tidak harus yang selalu dekat dan selalu bersama. Karena bisa juga kita bertemu sahabat untuk beberapa saat saja.
Kita memaknai setiap perjumpaan itu sebagai rencana Tuhan.
Rm. Petrus Santoso SCJ

