Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
[Red-Joss.com] Mari kita berdendang bersama, penggalan syair lagu kebanggaan bangsa kita ini!
“Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, merdeka, sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih dikandung badan. Kita tetap setia, tetap setia, membela negara kita.”
Mari kita bersama bertepuk tangan dan acungkan jempol bangsa dan negara Indonesia.
Secara historis serta faktual, bangsa kita pernah dijajah oleh bangsa Belanda selama tiga setengah abad. Lalu dijajah oleh Jepang selama tiga setengah tahun.
Itulah secuil kisah sejarah bangsa kita, di masa silam, laksana keluar dari mulut singa lalu masuk ke dalam mulut harimau.
Kini sang raksasa Asia itu telah bangun, mengaum, dan siap menerjang apa dan siapa pun yang mencoba untuk mengganggunya lagi.
Di hari ulang tahun ke 78 kemerdekaan bangsa Indonesia, saya sebagai anak bangsa, menurunkan tulisan berjudul, “Negeriku Matahariku.” Itulah sang raksasa baru, yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia alias (NKRI).
Tulisan ini tidak untuk mendeskripsikan semangat perjuangan di masa silam. Tidak juga menyinggung soal gerakan pasukan berani mati yang bergerak di bawah tanah dengan senjata bambu runcing. Bahkan tidak juga mengungkit dan mengulang kepahitan serta mimpi besar bangkit dari kungkungan propaganda hampa era reformasi. Tapi semata-mata, saya mau mensyukuri keagungan serta kedasyatan rahmat dan kasih sayang Gusti Allah atas berkat-Nya bagi bangsa besar ini.
Inilah sang raksasa dunia, negeri kita tercinta. Sejatinya negeri ini sungguh dirahmati Tuhan sangat luar biasa.
Mari kita, membangun bangsa besar ini dengan hidup damai, berdampingan, dan saling sayang menyayangi. Kita memaknakan peringatan hari kemerdekaan ini, dengan memerdekakan sesama kita di negeri ini.
“Saudara-saudara, kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan, layanilah seorang akan yang lain dalam kasih (Galatia 5: 13).
Dirgahayu ke-78 Republik Indonesia.
Kediri, 17 Agustus 2023

