Oleh : Jlitheng
[Red-Joss.com] Tugas pelayanan itu memang berat. Karena menjadi jembatan rahmat bagi orang lain, ketika kita sedang berjuang untuk meyakini dan memilikinya.
Melayani sesama itu memang berat. Karena ketulusan kita sering tidak dibalas dengan ketulusan yang sama.
Ketulusan adalah sikap memberi tanpa pamrih. Jadi, ketulusan tidak pernah mengharap balasan atau imbalan atas semua yang telah dilakukan. Ketulusan tersebut muncul dari dalam lubuk hati yang paling dalam. Dengan ketulusan bisa membuat kita menerima segala sesuatu dengan apa adanya.
Mengapa setiap tindakan baik mesti dilandasi ketulusan? Kebaikan yang dilakukan dengan tulus itu tidak akan memberatkan diri, tanpa mengharapkan balasan. Sehingga ketika tidak mendapatkan kebaikan yang sama atau orang lain menyalahartikan perbuatan baik kita, maka tak akan melukai perasaan ini.
Ketulusan akan membuat kita tidak terbang, jika berhasil. Kita tidak tumbang, jika gagal.
Kala itu, ketika beban terasa berat, kucoba merasakan perasaan Maria, ketika memangku jenazah Jesus puteranya, yang Ia besarkan seorang diri sebagai โsingle parentโ setelah Josef suaminya meninggal. Dari sana saya merasa, bahwa Bunda Maria menunjukkan ketulusan hatinya yang tanpa batas pada Allah.
Tugas pelayanan pada sesama itu terasa berat, jika merasa berjuang seorang diri. Tapi di situlah Bunda Maria sedang mengajari kita ketulusan yang tanpa batas.
Semoga Bunda Maria selalu menjadi penguat iman, kasih, dan pengharapan kita.
Tetap teguh melayani umat sebagai ujung tombak gereja.
Jlitheng

