Oleh : Rio Scj.
“The identity of Christian is holiness, holiness, and holiness.” – Pope
[Red-Joss.com] PETRA itu batu. Ia keras, kaku, dan beku. Ia kokoh tidak tergoyahkan, dan tidak mudah pula dihancurkan. Namun ia menjadi dasar yang kokoh untuk setiap bangunan. Meski kehadirannya kadang tak memberi warna, Petra alias batu tetap memancarkan pesona luar biasa.
Kadang hidup kita keras, karena mau menang sendiri. Istri tidak mau kalah pada suami. Suami sewenang-wenang pada istri. Anak berontak pada orangtua, dan orangtua keras dan kaku dalam mendidik anak. Imam kaku dengan umat, umat tidak mau tahu urusan gereja. Semua itu sering kita jumpai sebagai realita.
Catat dan ingat 3 mutiara dari Petra:
Pertama, โkeep strong in faithโ. Tetap teguh dalam iman. Saat ada iman selalu terbuka jalan dan selalu ada jalan. Dengan iman yang tak mungkin menjadi mungkin. Mujizat terjadi karena iman dan oleh iman.
Kedua, โbe simple personโ. Dalam kesederhanaan batu hadir, tapi pesona luar biasa terpancar. Kadang kesederhanaan jauh itu dari hidup kita. Orangtua ingin tampak lebih mudaan, yang gemuk ingin kurus, yang buncit ingin langsing, yang uban ingin hitam, yang pesek ingin mancung. โBe simple personโ.
Ketiga, โbe thankfull personโ. Dalam hidup itu banyak hal yang bisa kita syukuri. Mudah bersyukur maka rezeki akan berlimpah, berkah bertambah, dan sukacita melimpah. Bersyukur senantiasa dalam Tuhan, karena hal itu yang dikehendaki Kristus Yesus.
Deo gratias.
Edo/Rio,ย Scj

