Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kunci keberhasilan adalah rasa syukur dan totalitas dalam bekerja dan kebersamaan, saling peduli.”
(Jakob Oetama)
Ada pun judul tulisan ini, “Sok Pintar,” diinspirasi oleh tulisan staf iklan Kompas, pada kolom Karier, Sabtu, 5/8/2023.
Di sana terurai pemikiran, bahwa saat interaksi di dalam media sosial, kita seolah berada di dalam sebuah laboratorium perilaku manusia.
Dikatakan, bahwa di dalam tahun politik ini, pihak-pihak yang tidak tahu apa-apa, justru bersuara sangat lantang, sedangkan pihak yang sungguh memahami persoalan, justru memilik untuk berdiam diri. Alias tidak mau turut berbicara. Maka, lahirlah kekacauan fatal dari kondisi ini.
Fenomena ini disebut, “efek Dunning-Kruger” sesuai dengan nama penemunya. Terjadi sebuah fenomena yang menggambarkan, saat orang-orang yang kurang kompeten dalam suatu bidang justru cenderung merasa diri lebih pintar daripada orang-orang kebanyakan. Gejala ini mendeskripsikan, karena lemahnya kesadaran diri serta rendahnya kecerdasan emosi (EQ) dalam melihat kapasitas diri.
Penemu fenomena ini, oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999 lewat serangkaian eksperimen yang mereka lakukan.
Selama ini, pandangan umum mengira bahwa orang-orang yang memiliki pengetahuan serta keterampilan yang kurang, akan merasa tidak percaya diri berhadapan dengan orang lain. Namun, kenyataannya, kita telah dikejutkan oleh penemuan ini. Karena nyatanya, justru sebaliknya. Menurut keduanya, hal ini terjadi, karena orang-orang ini tidak sadar akan kemampuan dirinya yang ternyata rendah. Di dalam ilmu psikologi, fenomena ini disebut, “kompensasi,” artinya, orang-orang yang bersikap berlebih-lebihan, justru, karena mau menutupi kekurangannya dalam suatu bidang.
Fenomena ini dapat dikembangkan, bahwa orang yang sungguh ahli dalam suatu bidang, pun mustahil untuk menjadi ahli dalam segala bidang.
Ternyata, ilmu pengetahuan serta teknologi akan terus berkembang. Apa yang dulu dianggap benar, belum tentu hari ini masih dianggap benar.
Dalam konteks ini, sang manusia diajak untuk tahu dan sadar diri, lewat sikap rendah hati.
Maka, mari kita sadar diri akan keterbatasan pengetahuan dengan cara berusaha untuk terus mengembangkan diri.
Jangan menutupi kekurangan sendiri dengan sikap sok tahu, namun dengan cara terus belajar mengembangkan diri.
Sok pintar adalah ekspresi vulgar sikap minder!
“Marilah kamu, belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati!”
Kediri, 15 Agustus 2023

