Oleh: L. Aurum
[Red-Joss.com] Mungkin hanya segelintir orang yang peduli dan mau mengerjakan sesuatu tanpa balas jasa. Ikhlas. Orang-orang yang sadar diri dan memahami. Mereka dianugerahi kelapangan hati untuk menjaga lingkungan.
Sudah lama aku mengenal perempuan ini. Sejak awal mulai tinggal di lingkungan dengan suasana pedesaan yang sejuk itu. Walau berbeda RW, tapi rumah kami tidak jauh. Berjarak sekitar 500-an meter.
Nama Ibu itu Fui Ing, 69 tahun. Ia keturunan Tionghoa dan berasal dari Jambi. Saat kedua anak laki-lakinya masih usia sekolah, ia selalu mengantar ke depan jalan besar untuk menunggui mobil jemputan sekolah anaknya.
Setiap hari ia menyiapkan dan memasak sendiri bekal untuk anaknya. Memilih sayuran dan bahan makanan dengan sangat teliti, karena ia ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya.
Hal yang menarik dan unik dari โEnciโ itu, biasa aku memanggilnya, adalah sepulang menunggui jemputan mobil sekolah anaknya. Ia pasti sibuk membersihkan sampah di sepanjang sisi jalan yang dilewatinya. Hingga kini, meski buah hatinya telah selesai kuliah dan sukses, Enci itu tetap setia dengan panggilan jiwa untuk membersihkan sampah yang bertebaran itu.

“Ci, apa nggak capek tiap hari membersihkan sampah di jalan?”
“Ya, mau gimana lagi, kita orang sudah berkali-kali kasih tahu warga agar tidak membuang sampah sembarangโฆ”
“Maklum, sudah kebiasaan warga, dan sulit berubah, Ciโฆ”
โNggak apa saya angkat sampah, dari pada mengotori kali, dan malah bikin banjir.”
Begitu tulusnya perempuan ini mau melakukan yang seharusnya bukan tugasnya itu. Padahal ada petugas kebersihan yang setiap hari Kamis dan Minggu mengangkut sampah warga.
Kini kondisi Enci tidak sesehat dan segesit dulu lagi. Karena beberapa tahun lalu Enci sakit dan dioperasi hingga dua kali. Karena tulang pinggangnya mengalami kelainan. Meski begitu, Enci tetap setia untuk membersihkan sampah lingkungan.
Aku sungguh salut-sesalutnya dengan tetangga yang satu ini, karena tidak pernah mengeluh dengan keadaannya. Justru ia semakin aktif bergerak dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan caranya sendiri.
Enci seperti telah paham benar, bahwa selagi masih diberikan kesempatan berbuat sesuatu yang baik akan dilakukannya. Menabung pahala kebaikan bagi lingkungan.
Semoga Enci dan keluarga selalu dilimpahi kesehatan dan kebahagiaan.
Bogor, 13082023

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.