Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
Jika kita kuat dan bisa melewati ‘jalan salib’, jalan penderitaan, maka kita lulus sebagai murid Yesus.” Disimbolkan dengan masuk Yerusalem. Sebab, dalam perjalanan ini, ditunjukkan kasih yang begitu agung.
Sesungguhnya ada banyak jalan yang harus dilewati sebagai murid Yesus: jalan panggilan, jalan pelayanan, jalan kasih, jalan penderitaan, dan jalan kemenangan.
- Jalan Panggilan: semua dipanggil dengan panggilan masing-masing. Khas dan unik. Lewat hidup, pelayanan, dan kesaksian sebagai murid-murid Yesus ini, dilihat oleh orang-orang di sekitarnya. Kita diutus untuk menjadi garam dan terang dunia.
- Jalan Pelayanan: tidak usah menghindari. Jika Tuhan, Paroki, dan lingkungan memanggil kita untuk melayani, katakanlah ‘siap’. Tapi tidak usah berebut dalam pelayanan. Ambisi manusiawi dikurangi dan egonya dihapus. Melayani sesama itu tidak mencari nama, dan mau melayani tidak untuk dilayani.
- Jalan Kasih: hukum kasih sudah diajarkan Yesus, dan perintah baru untuk saling mengasihi juga sudah dicontohkan oleh Yesus. Bahkan cinta yang sehabis-habisnya sudah dibuktikan oleh Yesus. Untuk kita aplikasikan dalam hidup sehari-hari. Kita mengasihi sesama seperti pada diri sendiri.
- Jalan Penderitaan: tidak ada yang bisa menghindar dari salib. Hal ini memang berat, karena kita harus melewati 14 titik kenangan penderitaan lewat jalan salib itu. Yesus tetap kuat, kita pun harus menjadi kuat. Kita tidak berhenti dan menderita di satu titik itu saja. Kita harus bangkit dan melewatinya.
- Jalan Kemenangan: kebangkitan. Menang atas dosa. Kesaksian ini yang terus disampaikan oleh murid-murid Yesus sampai Dia datang kembali.
Terima kasih Yesus, jalan kami memang sudah pasti, tetapi ada jalan-jalan lain yang harus kami lewati dengan sabar, tekun dan setia. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

