Oleh : Mas Redjo
[Red-joss.com] Ada dua peristiwa dalam hidup ini yang kita akrabi, sekaligus tidak bisa kita hindari, yaitu kelahiran dan kematian. Bahkan kelahiran dan kematian itu ibarat saudara kembar yang tidak dapat dipisahkan.
Jika kelahiran dan kematian itu adalah sahabat, tidak seharusnya kita apriori pada salah satunya. Sebaliknya kita harus mengakrabi kedua-duanya. Dengan mencintai kelahiran berarti kita mencintai kehidupan itu sendiri, sekaligus kita juga mencintai kematian.
Jangan kaget atau diingkari. Karena kelahiran dan kematian itu satu paket. Tidak mungkin kita mencintai kehidupan, tapi membenci kematian. Juga tidak mungkin kita hidup di dunia ini untuk selama-lamanya.
Sesungguhnya, dengan memaknai kehidupan, kita juga mencintai kematian itu agar setelah mati, kita menemukan kehidupan baru di Firdaus-Nya.
Dengan mencintai kehidupan dan memaknainya, berarti kita tidak harus takut menghadapi kematian. Kematian itu saudara kembar dari kehidupan yang harus dicintai pula. Caranya, ya, kita belajar memaknai kematian itu sendiri.
Jadi, jangan takut menghadapi kematian, karena tidak seorang pun dapat menghindari dan menolak datangnya malaikat Elmaut itu.
Kematian itu juga bukan hal yang mengerikan untuk ditakuti. Melainkan suatu karunia yang harus disyukuri, karena kita kembali kepada Sang Pencipta.
Kini saatnya kita arahkan hidup ini dan fokus untuk menyambut kematian itu dengan sukacita. Caranya, kita diajak mencintai, memaknai, dan bertanggung jawab terhadap hidup ini. Hendaknya hidup keseharian kita diisi, diwarnai dengan perbuatan baik dan amal kasih dengan tidak mengingkari suara hati nurani, suara Tuhan.
Dengan membiasakan diri berbuat kasih, kita tidak takut menghadapi kematian. Perbuatan baik dan kasih itu ibarat tabungan kita di dunia ini. Sehingga makin rajin menabung kebaikan, kian besar pula tabungan kita. Berbunga, dan terus berbunga.
Kebaikan itu ibarat cahaya dalam gelap yang menuntun langkah kita untuk kembali kepada Allah. Kapan? Tidak seorang pun tahu. โKematian itu ibarat pencuri yang kita tidak tahu kapan datangnya, sehingga kita harus berjaga-jaga dan waspada (Matius 24: 42-44).
Selalu akrab bersahabat dengan kehidupan, karena kita juga dekat dengan kematian. Hidup dan mati kita milik Tuhan.
Masย Redjo

