Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Saat rasa takut muncul dalam diri ini, kita harus bisa mendeteksinya. Jangan sampai rasa takut itu membelenggu dan menguasai kita. Sehingga kita jadi lemah dan tidak punya kekuatan untuk bangkit lagi. Ketika rasa takut itu makin kuat, pikiran dan hati kita jadi panik. Itulah sebabnya, kita harus bisa mendeteksi penyebab ketakutan itu.
Penyebab ketakutan yang dari luar: Ada ancaman, tekanan, pengaruh tertentu, dan ada hal-hal yang membuat kita jadi tidak bebas. Yang ada hanya rasa takut. Hati ini menjadi was-was, khawatir, gelisah, dan tidak tenang.
Penyebab ketakutan yang dari dalam: adanya harapan-harapan tertentu yang tidak terwujud. Jika disebutkan, banyak contohnya. Kita tahu, tapi kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengatasinya. Maka yang terjadi, membiarkannya atau berusaha mengatasinya. Kedua-duanya itu tidak mudah, karena dibutuhkan kemauan dan kemampuan yang luar biasa. Jika itu dibiarkan, maka kita menjadi pribadi yang minder dan tidak percaya diri. Jika kita hendak mengatasinya, berarti kita harus membongkar diri ini, luka-luka, pengalaman getir, dan siap memulai lagi dari titik nol. Kita siap untuk dilahirkan kembali dan menjadi manusia baru dengan cara pandang yang baru pula.
Sebaliknya, jika rasa takut itu dibiarkan dan disembunyikannya, karena malu diketahui. Maka hal ini justru membuat hidup kita makin dibelenggu oleh ketakutan sendiri.
Ada juga di antara kita yang membiarkan rasa takut itu dengan tampil seolah-olah tidak ada ketakutan dalam dirinya. Kesannya, supaya orang melihat kita super bahagia. Padahal cara seperti ini justru membuat hidup kita menjadi genuin atau tidak jujur.
Ada juga orang yang mengubah rasa takutnya itu sebagai senjata untuk menyerang orang di sekitarnya yang dianggap tidak baik. Bahkan, karena bencinya orang yang baik pun dikatakan jahat. Padahal yang jahat adalah diri sendiri. Sehingga cara ini semakin memperburuk citranya.
Ada juga yang terjadi, rasa takut itu telah membuatnya menjadi boneka. Karena dikendalikan oleh dirinya, khususnya ketakutannya, sehingga dia tidak pernah menjadi dirinya sendiri. Bahkan dia menjadi lupa, siapakah dirinya itu. Sehingga dia sampai taraf yang tidak waras alias gila.
Saat ini Tuhan Yesus hadir dan mengatakan di hadapan kita, “Ini Aku, jangan takut.” Pasti kemudian ada yang mengatakan, “Tapi Tuhan, saya sungguh takut.” Tuhan Yesus akan menjawab, “Ok. Aku mengerti.” Lalu kemudian ada juga yang bertanya, “Tuhan, bagaimana aku bisa mengatasinya?” Dengan tersenyum, Tuhan Yesus menjawab, “Kamu punya Aku. Jangan takut!”
“Yes, we belong to Jesus. He has hand to help us always. He always comes in the perfect time. Just let you know that He is around you.”
Ya, kita milik Tuhan Yesus. Dia selalu datang tepat pada waktunya untuk menolong kita. Sehingga yang kita sadari adalah, bahwa saat ini Dia ada di dekat kita!
Kenapa masih takut? Angkatlah wajah kita dan tersenyumlah.
Untuk hidup bahagia itu harus dipastikan, bahwa kita tidak menyimpan rasa takut itu di dalam hati, dalam hidup kitaโฆ
Tuhan Yesus memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

