Oleh : Rio, Scj
“Each one of us has a different question and test. So, walk your own path.” – Rio, Scj
[Red-Joss.com] Alkisah 5 pemuda mendaki bukit dan tersesat di hutan. Lama sekali mereka mencari jalan ke luar dari hutan, tapi tidak kunjung ditemukan. Akhirnya 5 pemuda itu menentukan jalannya sendiri-sendiri.
Pemuda pertama bilang, “Saya akan mengikuti intuisi saya, dan saya harus pergi ke kiri.” Pemuda kedua memutuskan pergi ke kanan mengikuti โfeelingโnya. Pemuda ketiga, karena bimbang maka ia memutuskan kembali menyusuri jalan yang tadi dilalui. Karena ia yakin akan aman. Pemuda keempat, yakin kalau jalan luruslah yang benar maka ia memilih jalan lurus. Sementara pemuda kelima, memutuskan naik pohon untuk melihat jalan mana yang benar.
โEach of us had chosen own path and gained a different experience.โ Setiap dari kita mempunyai pilihan. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Pilihan bukan soal benar atau salah, melainkan proses. Seperti dengan kelima pemuda itu. Yang memilih ke kanan perjalanan lama dan jauh tapi ia sampai ke kota. Sementara yang ke kiri banyak tantangan, bahkan bertemu bahaya agar ia belajar untuk bertahan hidup. Yang kembali ke jalan semula itu berjumpa dengan kelompok lain dan menemukan teman baru. Yang lurus sampai di kampung dan menemukan keramahan. Sementara pemuda yang manjat pohon melihat jalan pendek dan di kejauhan gambaran samar perkampungan.
โFinding your own path.โ Temukan pilihan dan jalan hidup kita. Karena keputusan kita menentukan proses dan masa depan. Keberanian untuk berporses dan tidak banyak protes akan menghadiahkan kesuksesan. Tidak sekadar melihat tanpa berbuat, kagum tanpa berusaha, heran tanpa mencoba. Karena sesungguhnya setiap usaha dan perjuangan kita akan menghasilkan buah.
โThe journey enriched one of us in your own unique way.โ Setiap proses hidup akan memperkaya dengan pengalaman unik yang pantas untuk disyukuri. Dalam proses perjalanan hidup itulah kita dibentuk untuk menjadi kuat dan tangguh.
โWalk your own path with a simple path.โ Jalani dan maknai proses hidup itu. Dengan menjalani kita mengalami, dengan mengalami kita memaknai, dengan memaknai kita menyadari dan mengimani, dengan mengimani dan meyakini kita menjalankan titah Ilahi. Kita lalui proses hidup itu dengan jalan sederhana yang akan memperkaya kita dengan iman, harapan, dan kasih. Karena selalu indah rencana Allah, dan kita diberi yang terbaik.
Deo gratias.
Edo/Rio,ย Scj

