Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Sesungguhnya kita tidak pernah berhenti mencari. Tapi, sebenarnya apa yang dicari?
Kita pergi ke tempat jauh, berfoto di situ, lalu diposting. Apakah itu yang dicari?
Kita pergi ke acara-acara rohani, mendengarkan wejangan rohani, lalu mendapat berkat. Apakah itu yang dicari?
Kita pergi berziarah beramai-ramai meninggalkan keluarga, mengikuti semua acara dan yang penting bahagia. Apakah itu yang dicari?
Coba bertanya pada diri sendiri. Apakah dalam mencari itu kita harus pergi? Bisakah kita mencari dengan duduk diam dalam hening dan menemukan apa yang dicari selama ini?
Jika yang dicari itu kebahagiaan, maka harus dipastikan, bahwa selama ini hidup kita bahagia.
Jika yang dicari itu relasi dengan Tuhan secara intim, maka harus dipastikan bahwa kita mempunyai waktu dalam berdoa.
Jika yang dicari itu rezeki (dan finansial), maka kita harus bekerja dengan tekun.
Tentu masih banyak daftarnya tentang apa yang hendak kita cari. Tapi sampai kapan kita terus mencari? Apakah itu akan memuaskan dan membahagiakan kita?
Sesungguhnya Allah menyediakan semua kebutuhan kita. Prioritas utama dan penting adalah saat kita berani untuk berhenti mencari. Sebab yang kita miliki itu sudah dicukupi untuk dinikmati dan disyukuri.
“Terima kasih, ya, Allah atas anugerah-Mu yang luar biasa ini…”
Rm. Petrus Santoso SCJ

