Oleh : Rio, Scj.
“Mengeluh itu tidak menyelesaikan persoalan, tapi perjuangan yang akan berbuah kesuksesan.” – Rio, Scj.
[Red-Joss.com] Seorang anak kecil setiap hari mengeluh, karena sepatunya bolong. Tapi orangtuanya terlalu miskin untuk membelikannya sepatu baru. Sampai suatu hari anak kecil itu berhenti mengeluh, karena ia melihat ada anak yang tidak mempunyai kaki.
Kadang kala derita, kesulitan, pesoalan, beban, dan cobaan yang kita alami itu seolah yang paling besar dan berat. Kita merasa tidak sanggup lagi untuk melangkah. Akhirnya kita pun menyerah kalah.
Jika melihat ke atas, kita selalu kurang dan mengeluh. Tapi, jika melihat ke bawah, kita bisa bersyukur dengan yang kita miliki. Seperti kisah anak kecil dengan sepatu bolong itu.
Memang, ketika keadaan kita sedang baik, hampir semua orang menjadi teman. Apalagi saat kita berada di atas dan kaya raya. Banyak orang akan datang menjadi teman. Tapi saat kita jatuh dalam kesulitan dan memohon bantuan. Satu persatu dari mereka akan meninggalkan kita. Yang bertahan tinggal bersama kita mungkin hanya satu atau dua orang. Itulah sahabat yang menemani kita dalam suka duka.
Sesungguhnya, bila tidak ada seorang pun yang bertahan untuk menemani, kita mempunyai Allah yang setia, dan menyertai kita.
Selalu bahagia bersama Allah.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

